![]() |
| Foto | Suasana Sholat Tarawih pada malam Pertama di Mesjid Agung Babussalam Kota Sabang |
WALI KOTA Sabang Zulkifli H Adam mengatakan, kegiatan safari ramadan 1447 Hijriyah yang digelar Pemko Sabang bersama Muspida merupakan ajang mempererat silahturahmi dan persaudaraan dengan masyarakat Sabang.
Dan ini juga merupakan momentum kedekatan antara masyarakat dengan pemimpinnya dalam menjalin kebersamaan sekaligus menyerap segala aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Seperti diketahui bersama bulan ramadan merupakan bulan yang tak hanya mewajibkan umat islam untuk berpuasa saja, tapi sebagai umat yang beriman dan bertaqwa dianjurkan memperbanyak ibadah-ibadah lain seperti salat tarawih, baca Al-Qur'an, sedekah, infaq, serta amal-amal lainnya.
"Intinya ramadan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta menjadi ajang transformasi kesadaran rohani agar lebih peka dan peduli pada sesama.
Bagi saya pribadi, bulan ramadan itu menjadi jembatan untuk menyapa rakyat sekaligus sebagai bukti kepekaan dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat dalam bentuk kegiatan safari ramadan.
Jadi, sudah seharusnya kegiatan safari ramadan ini dijadikan sebagai agenda tahunan saya bersama pak wakil dan Muspida setiap bulan ramadan, ini momen terbaik menambah pahala," ujarnya.
Menurutnya, sekarang ini tidak seharusnya pimpinan itu hanya duduk di kantor saja, tetapi seorang pimpinan harus turun langsung kemasyarakat.
Sehingga segala permasalahan yang ada di masyarakat dapat dilihat langsung di lapangan tanpa ada yang harus ditutupi,” ujarnya.
Selain itu diharapkan, di momen silahturahmi safari ramadan ini masyarakat tidak hanya mendapatkan siraman rohani dari penceramah tapi juga dapat menjalin rasa kebersamaan.
Sehingga berbagai persoalan serta aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa dicarikan solusi, demi kemajuan dan pembangunan Kota Sabang yang lebih baik lagi.
Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan safari ramadan banyak pelajaran penting yang diambil dari tausiyah ramadan yang disampaikan para penceramah sebelum pelaksanaan salat tarawih.
Dimana ada beberapa poin yang kerap disampaikan para penceramah mengajak masyarakat Sabang untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Sudah banyak nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang tidak dapat dinilai dengan apapun.
Termasuk nikmat yang dirasakan sekarang ini dimana Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk menjalan ibadah puasa.
![]() |
| Foto | Jama'ah Safari Ramadan Pemko Sabang dan Forkopimda saat mendengarkan ceramah singkat sebelum melaksanakan sholat Tarawih |
"Jika dihitung seberapa banyak nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita, niscaya tidak akan mampu kita menghitungnya.
Jadi, sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan, karena kita masih dipertemukan dengan bulan ramadan ini.
Sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa di bulan yang sangat mulia ini dengan penuh antusias dan rasa syukur.
Orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah SWT, niscaya akan mendapatkan lebih banyak nikmat lainnya. Namun, kalau kita tidak pandai mensyukurinya, maka sesuai janji Allah SWT, niscaya akan mendapatkan azab yang pedih,” terangnya.
Kecuali itu juga, selama 30 hari puasa di bulan ramadan, ada 3 fase yang harus dilalui seluruh umat muslim di dunia yakni, 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari ketiga.
Tentunya, setiap fase tersebut mempunyai banyak keutamaannya dan menjadi ladang amal yang sangat besar. .
Untuk keutamaan 10 hari pertama puasa di bulan ramadan, pada fase ini akan menjadi hari yang paling sulit dan memiliki banyak keutamaan lantaran dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian diri yang baik.
![]() |
| Foto | Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus memberikan buah tangan " Bungong Jaroe" kepada pengurus Mesjid |
Fase 10 hari pertama ramadan memang merupakan fase terberat dan tersulit, karena merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan normal menjadi harus menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga maghrib.
Jadi, 10 hari pertama adalah fase rahmat Ini fase yang berat. sebab kita menghadapi fase perubahan kebiasaan diri. Ini sebagai ujian terberat bagi umat islam dalam mencapai suatu ketaqwaan.
Namun, di fase inilah paling banyak mendapatkan pahala, karena pada fase ini Allah SWT membuka pintu rahmat seluas-luasnya. Maka dsinilah kita harus berlomba-lomba berbuat kebaikan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sabang untuk meningkatkan kualitas ibadah selama menjalan puasa.
“Mari kita jadikan ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ketaqwaan, serta memperbanyak amal kebaikan yang memberi manfaat bagi sesama.
Selain itu juga pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat dengan menjalin rasa kebersamaan seperti rasa peduli untuk saling berbagi. Mari kita jaga bersama untuk terus menjalin silaturahmi yang baik, Insya Allah Kota Sabang akan semakin harmonis dan sejahtera," ujarnya.[ADV]

.jpeg)

.jpeg)
0 Komentar