Ramadan sebagai Ruang Pembentukan Karakter, Ini Pesan DPRK untuk Generasi Muda

Foto | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Magdalaina.

Sabang.AGN — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Magdalaina, mengajak generasi muda memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan dan membangun karakter. 

Ia menilai bulan suci bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi ruang pembinaan diri yang menentukan kualitas generasi ke depan.

Dalam keterangannya saat di jumpai Wartawan pada Jum'at (20/2/2026) di ruang kerjanya, Magdalaina menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing. Kehadiran anak muda di masjid, menurutnya, menjadi simbol hidupnya suasana religius di tengah masyarakat.

Ia mendorong generasi muda untuk mengisi Ramadan dengan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta mengikuti kajian keagamaan. Aktivitas tersebut dinilai bukan hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab sosial sejak dini.

Sebagai pimpinan lembaga legislatif daerah, Magdalaina melihat pembinaan generasi muda sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang. Karakter yang terbentuk melalui nilai-nilai agama akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang tertib, harmonis, dan beretika.

Di sisi lain, ia mengingatkan pemuda agar menghindari aktivitas yang dapat mencederai nilai Ramadan. Waktu luang selama bulan puasa, kata dia, sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan bermanfaat, baik di bidang keagamaan maupun sosial.

Menurutnya, peran pemuda sangat strategis dalam menjaga atmosfer kebersamaan dan kepedulian di lingkungan sekitar. Energi dan kreativitas anak muda dapat diarahkan untuk kegiatan positif, termasuk aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Magdalaina berharap Ramadan tahun ini mampu melahirkan generasi Sabang yang lebih religius, berkarakter kuat, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Bagi DPRK Sabang, pembinaan moral generasi muda menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.[IR]

0 Komentar