
Foto | Salah satu pelaku UMKM yang sedang menjajakan dagangannya di Jalan O Surapati Sabang saat sebelum berbuka puasa
Sabang.AGN – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Sabang. Permintaan aneka kue basah dan gorengan untuk menu berbuka puasa meningkat signifikan sejak awal Ramadan.
Setiap sore, lapak-lapak takjil yang tersebar di sejumlah titik keramaian di Kota Sabang dipadati pembeli. Masyarakat berburu hidangan berbuka, mulai dari kue tradisional hingga aneka gorengan yang menjadi menu favorit keluarga.
Peningkatan permintaan ini berdampak langsung pada aktivitas produksi rumahan. Dapur-dapur UMKM kini bekerja lebih intensif dibandingkan hari biasa. Sejumlah pelaku usaha bahkan mengaku harus menambah jumlah produksi demi memenuhi kebutuhan pedagang takjil.
Salah satu pelaku UMKM, Heni, mengatakan penjualannya mengalami kenaikan sejak pekan pertama Ramadan. Ia memasarkan produknya dengan cara menitipkan berbagai jenis kue ke beberapa lapak takjil.
“Hampir setiap hari dagangan kami habis terjual sebelum waktu berbuka tiba. Alhamdulillah, dalam sehari kue yang saya titip selalu laku dan habis terjual, baik kue basah maupun gorengan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Heni, kue tradisional seperti timpan menjadi salah satu menu yang paling diminati pembeli. Selain rasanya yang khas, timpan juga menjadi pilihan favorit karena identik dengan kuliner Aceh saat Ramadan.
Tak hanya itu, berbagai gorengan seperti risol, donat, dan varian lainnya juga banyak dicari untuk melengkapi hidangan berbuka puasa bersama keluarga.
Hal serupa turut dirasakan pelaku UMKM lainnya, Wati. Ia juga memanfaatkan momentum Ramadan dengan menitipkan aneka kue buatannya di sejumlah lapak takjil di Sabang.
“Setiap sore sebelum azan Magrib, kue-kue yang saya titipkan sudah hampir habis, bahkan sering kali sold out. Konsumen cenderung membeli dalam jumlah lebih banyak untuk berbuka bersama keluarga,” kata Wati.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Sabang, melalui Kabid Perdagangan, Muhammad Nasir mengatakan, ramainya pembeli selama Ramadan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi ajang promosi efektif bagi produk lokal. Lapak takjil musiman membuka ruang perkenalan produk kepada pelanggan baru yang sebelumnya belum pernah mencicipi hasil produksi mereka.
Secara ekonomi, geliat pasar takjil menunjukkan bahwa sektor UMKM kuliner tetap menjadi salah satu penopang perputaran ekonomi masyarakat Sabang, khususnya selama Ramadan. Perputaran uang yang meningkat di sektor ini memberi efek berantai, mulai dari pembelian bahan baku hingga distribusi ke pedagang lapak.
Dengan tren penjualan yang terus menunjukkan hasil positif, para pelaku UMKM berharap momentum ini dapat berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Mereka berkomitmen menjaga kualitas rasa, kebersihan produk, serta konsistensi produksi agar usaha yang dijalankan semakin berkembang di Kota Sabang.
Ramadan tahun ini pun menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki daya tahan dan adaptasi yang kuat dalam membaca peluang pasar musiman. Jika dikelola dan didukung secara berkelanjutan, sektor ini berpotensi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang semakin kokoh di Kota Sabang.[PIM]
0 Komentar