Cinta

Foto | Irwan Mahdi FB

“Saat mencintai seseorang, kita cenderung menekan ego sendiri. Hal-hal yang biasanya membuat kita marah menjadi seolah tak penting ketika dilakukan oleh yang tercinta. Kita ingin belahan jiwa kita tampak sempurna baik di mata kita maupun di mata orang lain.”

“Kenapa seperti itu tulisannya?”
“Ini maksudnya mengkritisi atau memuji?”
“Kenapa nggak langsung aja bang? Biar jelas sekalian.”

Itulah beberapa komentar yang masuk setelah tulisan terakhir saya dipublikasikan.

Foto | Irwan Mahdi FB

Sebenarnya sederhana saja "Saya terlalu cinta pada pulau ini untuk menuliskan hal buruk tentangnya."

Bagi saya, Sabang adalah tempat yang sempurna. Di sini saya dilahirkan, dibesarkan, membangun persahabatan, meniti karier, membangun rumah tangga, dan membesarkan anak-anak. Sabang bukan sekadar titik di peta; ia adalah bagian dari diri saya. Karena itu, tangan saya sering kali berat ketika ingin menuliskan kekurangannya takut mencoreng wajahnya di hadapan orang lain.

Foto | Irwan Mahdi FB

Padahal, banyak hal kritis yang ingin saya sampaikan tentang pulau ini. Ada yang hanya berputar di kepala, ada lebih dari selusin yang sudah tersimpan rapi di folder “archive”. Tetapi lagi-lagi, cinta membuat saya menahan diri. Saya memilih membiarkan tulisan-tulisan itu tetap tersimpan dalam laptop, bukan di ruang publik.

Tak mengapa.
Biarlah sebagian kritik itu saya telan saja.
Biarlah ego saya disisihkan, asalkan Sabang tetap tampak indah setidaknya di mata saya, dan semoga juga di mata orang lain.[]

0 Komentar