Selasa, 09 Agustus 2022

Ini Dia Senjata yang Jadi 'Mimpi Buruk' Putin di Ukraina

Ini Dia Senjata yang Jadi 'Mimpi Buruk' Putin di Ukraina


AGN - Amerika Serikat dinilai harus mengirim Ukraina lebih banyak Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) untuk membantunya memerangi Rusia.

Setelah Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari lalu, beberapa negara Barat telah memberi Ukraina bantuan militer serta bantuan kemanusiaan. Mulai Juni, AS mengirim HIMARS ke negara Eropa Timur itu. 

Sistem roket dibangun oleh Lockheed Martin dan memiliki jangkauan jauh, bergerak, dan menembak dengan presisi. Khususnya, unit tersebut memiliki jangkauan sekitar 50 mil, hampir dua kali lipat jangkauan howitzer M777, senjata buatan Barat yang digunakan Ukraina sebelum HIMARS.

Sistem roket telah disebut-sebut sebagai pengubah permainan bagi Ukraina, yang telah melawan pasukan Rusia lebih efektif daripada yang diperkirakan banyak pakar pada awalnya. Senjata itu juga membatasi pertempuran hanya di bagian paling timur Ukraina selama lebih dari lima bulan perang.

Dalam sebuah esai untuk majalah Foreign Affairs, pensiunan Letnan Kolonel Alexander Vindman meminta AS untuk mengirim HIMARS jarak jauh militer Ukraina.

"Setelah berbulan-bulan musyawarah, pemerintahan Biden akhirnya setuju untuk mentransfer sistem roket artileri mobilitas tinggi yang dikenal sebagai HIMARS, tetapi telah menolak untuk memberikan amunisi jarak jauh yang diperlukan untuk menghantam kemampuan serangan jarak jauh dan persediaan militer Rusia," tulisnya, dikutip Newsweek, Selasa (9/8/2022).

Vindman menunjuk pada amunisi yang memiliki kemampuan terbang hingga 190 mil. Dia menambahkan bahwa AS telah 'menghindar' dari pengiriman rudal permukaan ke udara jarak menengah dan jarak jauh yang akan menargetkan pesawat Rusia, rudal, dan dalam skenario terburuk, sistem pengiriman untuk setiap kemungkinan senjata nuklir taktis.

Rudal semacam itu dapat dengan lebih mudah menyerang Rusia sendiri, sebuah prospek yang telah menarik peringatan dari politisi Rusia tentang pembalasan terhadap negara-negara Barat.

Vindman mengatakan bahwa jika Ukraina memiliki senjata jarak jauh, mereka akan dapat memaksa Rusia ke meja negosiasi lebih cepat.

Adapun, Vindman lahir Ukraina sebelum berimigrasi ke AS. Dia adalah pakar Ukraina teratas di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih sebelum dipecat oleh mantan Presiden AS Donald Trump setelah dia bersaksi melawannya di persidangan pemakzulan.

Komentar Vindman muncul sekitar seminggu setelah Gedung Putih mengumumkan paket bantuan militer terbarunya senilai US$ 550 juta ke Ukraina, yang mencakup lebih banyak amunisi untuk HIMARS setelah Rusia mengatakan militernya menghancurkan lebih dari 100 rudal buatan AS dalam serangan di gudang amunisi Ukraina.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Biden akan mengumumkan paket US$ 1 miliar lainnya, termasuk amunisi HIMARS.

Dilansir dari laman CNBCIND

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link