PBB Minta Rusia Buka Pelabuhan Ukraina untuk Atasi Krisis Pangan Global


PBB mengungkapkan sedang memimpin negosiasi intens dengan Rusia untuk membuka blokir pelabuhan Rusia dan melepaskan puluhan juta ton biji-bijian untuk mengatasi krisis pangan global.

Dikutip dari AFP, Koordinator Krisis PBB untuk Negara yang Dilanda Perang, Amin Awad, menekankan taruhan tinggi dari pembicaraan yang "sangat, sangat kompleks" untuk mencoba dan mengakhiri kebuntuan. Pembicaraan dipimpin Kepala Bantuan PBB Martin Griffith dan Rebeca Gynspan, yang mengepalai Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB.
Kapal-kapal yang mengangkut biji-bijian diblokir di Ukraina. Sebelum serangan Rusia pada Februari lalu, Ukraina dianggap sebagai lumbung pangan global sebagai pengekspor jagung, gandum, dan biji bunga matahari terkemuka, yang memberi makan 400 juta orang di seluruh dunia tahun lalu.
PBB secara khusus telah memperingatkan negara-negara Afrika, yang mengimpor lebih dari setengah konsumsi biji-bijian mereka dari Ukraina dan Rusia untuk menghadapi krisis "yang belum pernah terjadi sebelumnya" akibat konflik tersebut.
Harga pangan di Afrika telah melampaui harga setelah Revolusi Arab pada 2011 dan kerusuhan pangan pada 2008. Putin mengatakan Moskow siap mencari cara untuk mengirim biji-bijian yang tertahan di pelabuhan Ukraina, tapi meminta agar Barat mencabut sanksi.
Namun, Awad menyoroti bahwa tekanan juga diberikan oleh sejumlah sekutunya karena merasa terjepit.
"Ada banyak perjalanan antara Moskow dan negara-negara lain yang mengkhawatirkan," kata Awad, Jumat (3/6).
Pada Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Kepala Uni Afrika, Presiden Senegal Macky Sall, di kediamannya di Laut Hitam di Sochi. Pada pembukaan pembicaraan, Sall mengatakan ke Putin untuk "sadar" bahwa negara-negara Afrika adalah "korban" dari konflik Ukraina.
Dilansir dari laman KumparanNews

0 Komentar