Jumat, 27 Mei 2022

Presiden Ukraina Isyaratkan Absen pada KTT G20 di Indonesia

Presiden Ukraina Isyaratkan Absen pada KTT G20 di Indonesia


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Jokowi atas undangan KTT G20 yang telah ia terima. Sebagai presiden G20, Indonesia akan menggelar KTT pada November 2022 di Bali.

Jokowi secara resmi mengundang Presiden Zelensky dalam KTT tersebut melalui pembicaraan telepon pada April lalu. Ukraina sebenarnya bukan merupakan anggota G20. Namun, Jokowi memastikan bahwa kehadiran Zelensky pada KTT G20 penting dalam upaya pemulihan ekonomi dunia yang merupakan tujuan utama G20.
"Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan telepon kemarin saya mengundang Presiden Zelensky untuk hadir dalam KTT G20," ucap Jokowi dalam pernyataan virtual Jumat (29/4) lalu.
Presiden Ukraina Isyaratkan Absen pada KTT G20 di Indonesia (1)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada rakyat Ukraina, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina, Selasa (29/3/2022). Foto: Layanan Pers/Handout Kepresidenan Ukraina via REUTERS
Zelensky menerima undangan ini dengan berbahagia. Ia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Jokowi yang telah mengajaknya bergabung sebagai pengamat dalam forum ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemimpin Anda, Presiden Indonesia, atas undangannya ke KTT G20 musim gugur ini. Kami menerima undangan ini dengan hormat dan gembira,” ungkap Zelensky secara langsung kepada masyarakat Indonesia, dalam forum dialog Foreign Policy Community of Indonesia President of Ukraine Volodymyr Zelensky talks to Indonesia, Jumat (27/5/2022).
Namun, Zelensky mengatakan, apabila perang masih terus berlanjut ia kemungkinan tidak akan dapat menghadiri KTT ini secara langsung.
“Saya tidak bisa meninggalkan Ukraina dan saya tidak bisa pergi ke mana pun secara pribadi karena saya tinggal bersama rakyat saya. Mereka membutuhkan dukungan saya dan saya membutuhkan dukungan mereka di sini, jika perang berlanjut,” paparnya.
“Saya akan bergabung dengan Anda jika tidak ada perang dan jika masih ada perang dan dapat dilakukan secara online, jika pemimpin Anda dapat menerima opsi ini,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan bersedia hadir dalam KTT ini apabila kondisinya memungkinkan. Rusia merupakan anggota G20.
Pernyataan ini memantik amarah anggota G20 lainnya, seperti Amerika Serikat dan Australia, yang merasa Putin tak pantas hadir setelah invasinya di Ukraina. Presiden Zelensky sendiri berharap, KTT G20 dapat berlangsung dengan hanya dihadiri negara-negara yang bersahabat.
“Saya percaya bahwa KTT ini hanya akan memiliki negara-negara sahabat, negara-negara mitra, dan tidak akan ada penjajah atau agresor,” tutur Zelensky.
Dilansir dari laman Kumparan

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link