Senin, 30 Mei 2022

Geger! Putin Dikabarkan Sakit Kanker, Buta & Sudah Meninggal

Geger! Putin Dikabarkan Sakit Kanker, Buta & Sudah Meninggal

 

Sejumlah isu soal kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin bermunculan. Ia dikabarkan sakit kanker, mulai mengalami kebutaan, dan meninggal dunia.

Hal tersebut setidaknya terjadi akibat kemunculannya yang tak biasa kala bertemu dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Ia disebut seperti tak nyaman.

Sakit Kanker

Mengutip sejumlah media Barat, seperti Independentdan news.com.au, Putin dilaporkan menderita kanker ganas. Ia mulai kehilangan penglihatan hingga memiliki waktu tiga tahun lagi untuk hidup.

Berita mengutip sumber seorang perwira intelijen Rusia, FSB. Ini adalah layanan keamanan federal di negeri itu.

"Dia memiliki waktu tidak lebih dari dua hingga tiga tahun untuk tetap hidup," kata sumber itu dikutip Selasa (31/5/2022).

"Kami diberitahu bahwa dia menderita sakit kepala dan ketika dia muncul di TV, dia membutuhkan selembar kertas dengan semua yang ditulis dalam huruf besar untuk membaca apa yang akan dia katakan," tambahnya.

"Penglihatannya memburuk secara serius ... Dan anggota tubuhnya sekarang juga gemetar tak terkendali."

Sebenarnya isu ini sudah beredar sejak pekan lalu. Kala itu Putin disebut terlihat meringis dan terus bergerak di pertemuan dengan sekutu dekatnya Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Mereka bertemu untuk pembicaraan di kota Laut Hitam Sochi, saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut. Tetapi diskusi mereka dibayangi oleh pemandangan pemimpin Rusia tersebut yang terlihat "tidak nyaman".

Beberapa pembelot Rusia juga mengatakan Putin harus menyipitkan mata bahkan pada huruf besar yang diberikan kepadanya untuk membaca sesuatu. Ini membuat staf takut dengan perubahan suasana hatinya yang tiba-tiba.

"Dia tidak akan memakai kacamata untuk membantu karena itu akan menjadi tanda kelemahan," pesan dari mata-mata di Rusia dikutip laman sama.

"Dia dulunya tenang dengan bawahannya, tetapi sekarang dia memiliki 'ledakan kemarahan' yang tidak terkendali. Dia benar-benar gila dan hampir tidak mempercayai siapa pun," tulis dokumen itu lagi.

Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov berkomentar soal ini. Ia mengatakan kepada Ukrayinka Pravda dapat "mengkonfirmasi sepenuhnya" kesehatan Putin yang memburuk.

"Dia memiliki beberapa penyakit serius, salah satunya adalah kanker," kata Budinov.

"Tetapi tidak ada gunanya berharap bahwa Putin akan mati besok. Dia memiliki setidaknya beberapa tahun lagi. Suka atau tidak, tapi itu benar."

Sebelumnya, awal bulan lalu, seorang mantan perwira intelijen Inggris Christopher Steele, mengatakan bahwa Putin telah 'mengganggu' pertemuan untuk menerima 'semacam perawatan medis'. Ini ia katakan dalam sebuah wawancara dengan LBC Radio di London.

"Pertemuan Dewan Keamanan yang seharusnya berlangsung selama satu jam penuh sebenarnya dipecah menjadi beberapa bagian," kata Steele.

"(Putin] keluar dan menerima semacam perawatan medis di antara bagian-bagian pertemuan itu," tutupnya.

Beberapa pengamat menyebut ia kemungkinan dia bisa menderita kanker darah. Putin juga dipercaya secara luas menggunakan steroid.

Seorang oligarki Rusia yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin mengatakan bahwa Putin "sangat sakit dengan kanker darah". Ia mengatakan pria itu menjalani operasi sebelum menyerang Ukraina.

Rumor liar kematian Putin juga berhembus. Kepala intelijen Inggris percaya bahwa Putin sebenarnya telah meninggal dunia, sebagaimana dimuat Daily Star.

"Ada kemungkinan dia sudah mati," kata sebuah sumber intelijen kepada media itu, dikutip Senin (30/9/2022).

"Putin sakit parah dan ketika dia meninggal, kematiannya akan dirahasiakan selama berminggu-minggu, jika tidak berbulan-bulan," tambahnya.

Penampilan Putin di media pun, seperti baru-baru ini, disebut sangat mungkin telah direkam sebelumnya. Tubuh ganda mungkin juga telah digunakan di acara-acara publik, seperti Parade Hari Kemenangan Moskow yang digelar awal Mei lalu.

Penggunaan tubuh ganda Putin, dilakukan agar kroni-kroninya dapat mempertahankan kekuasaan selama mungkin. Ada ketakutan kudeta dapat terjadi jika kematian diumumkan.

"Putin adalah kepala sekelompok kecil pejabat senior yang sepenuhnya setia kepadanya... Ketakutan sebenarnya (untuk kroni-kroninya) adalah bahwa begitu kematiannya diumumkan, akan ada kudeta Kremlin dan para jenderal Rusia ingin mundur dari Ukraina," ujar sumber itu lagi.

"Kematian Putin akan membuat mereka tidak berdaya dan rentan sehingga mereka memiliki kepentingan untuk mengatakan bahwa Putin masih hidup, ketika kebalikannya bisa jadi benar," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah pemberitaan itu. Ia mengatakan tak ada tanda-tanda Putin sakit.

Meski kesehatan dan kehidupan pribadi Putin amatlah tabu, ia menegaskan itu ke dalam sebuah milis yang ditujukan ke media Prancis TF1. Menurutnya Putin muncul di depan umum "setiap hari".

"Saya tidak berpikir bahwa orang waras dapat melihat pada orang ini tanda-tanda semacam penyakit atau penyakit," tegasnya dikutip Barrons mengutip AFP.

"Anda dapat melihatnya di layar, membaca dan mendengarkan pidatonya ... Saya menyerahkannya kepada hati nurani mereka yang menyebarkan desas-desus seperti itu."

Putin sendiri akan berusia 70 tahun bulan Oktober ini. Putin telah berkuasa dua dekade di Rusia.

Sebelumnya, Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari. Ini menimbulkan krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, menyebabkan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir dari laman CNBCIND

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link