Sabtu, 09 April 2022

Mengenal 7 Istri Nabi Muhammad yang Paling Berpengaruh

Mengenal 7 Istri Nabi Muhammad yang Paling Berpengaruh

 

Ilustrasi istri-istri Nabi Muhammad SAW. Foto: Art Stocker/Shutterstock

AGN - Sejarah menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki 13 orang istri. Istri-istri Rasulullah tersebut masuk ke dalam golongan Ummahatul Mukminin yang berarti Ibu-ibu dari Orang-orang Mukmin.

Diantara 13 istri Rasulullah, ada 7 yang memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan agama Islam. Siapa saja mereka? kumparanWOMAN telah merangkum beberapa nama istri Nabi Muhammad yang kisahnya sangat inspiratif dikutip dari berbagai sumber.

1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah merupakan istri pertama dari Nabi Muhammad SAW. Khadijah bertemu dengan Nabi Muhammad dalam status janda kaya. Namun, kesuksesan Khadijah berhasil diraihnya dengan kerja kerasnya sendiri.
Pada awalnya, Khadija berhubungan dengan Rasulullah sebagai rekan bisnis. Namun, seiring berjalannya waktu keduanya merasa cocok dan memutuskan untuk menikah. Khadijah menikah dengan Rasulullah pada saat usianya 40 tahun. Sementara Nabi Muhammad saat itu masih berusia sekitar 25 tahun.
Khadijah juga merupakan sosok perempuan yang paling dikenal dan sangat inspiratif dalam sejarah Islam. Disebut sebagai "Ibu Mukminin”, Khadijah sering dipuji karena terus memberikan dukungan kepada Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam. Bahkan Khadijah rela bekerja keras untuk mendanai Rasulullah berdakwah. Khadijah adalah seorang pedagang perempuan sukses yang mengelola usahanya sendiri.

Khadijah tetap menjadi perempuan yang dicintai oleh Rasulullah hingga akhirnya wafat di usia 65 tahun. Selama 25 tahun pernikahan, Khadijah telah melahirkan enam anak, termasuk dua putra yang meninggal saat masih bayi.

2. Saudah binti Zam'ah

Setelah satu tahun Khadijah wafat, Nabi Muhammad SAW menikah dengan seorang janda bernama Saudah binti Zam’a. Keputusan ini diambil karena kesibukannya dalam berdakwah sehingga tidak ada yang mengurus anak-anaknya.
Suami Saudah meninggal saat berperang dan Saudah ditinggalkan sebagai janda miskin dengan anak yang masih kecil. Saudah dan mendiang suaminya termasuk di antara orang-orang yang paling awal masuk Islam dan bermigrasi ke Abyssinia atau disebut juga Hijrah Pertama.
Hijrah pertama merupakan peristiwa di mana umat Muslim diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk pindah ke Abyssinia (Ethiopia saat ini). Tujuan Rasulullah memerintahkan para pengikutnya untuk berhijrah ke Abyssinia agar mendapat perlindungan dan terhindar dari penindasan kaum Quraisy di Mekah.
Setelah menikah dengan Saudah, Rasulullah pun memiliki lebih banyak waktu untuk menjalankan misi kenabian. Mereka menikah selama tiga tahun sebelum akhirnya Rasulullah menikah lagi.
Saudah mendapat kehormatan besar menjadi seorang imigran demi Islam pada dua kesempatan, ke Abyssinia dan kemudian ke Medina. Saudah menjadi perempuan pertama dari sejumlah janda yang dinikahi Rasulullah. Saudah dikenal sebagai perempuan yang baik, dermawan dan periang.

3. Aisyah binti Abu Bakar

Setelah menikah dengan Saudah, Nabi Muhammad SAW pun menikah dengan perempuan cerdas bernama Aisyah binti Abu Bakar. Berbeda dengan Khadijah dan Saudah yang merupakan seorang janda, Aisyah menjadi satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam kondisi masih gadis.

Nabi Muhammad SAW menganggap Aisyah sebagai sahabat dan juga teman bertukar pikiran. Kecerdasannya membuat Aisyah memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah. Aisyah pernah mengajar di beberapa sekolah dan dikenal oleh kalangan tertentu memiliki ilmu yang luas.
Aisyah adalah salah satu dari tiga istri Nabi Muhammad yang menghafal Al-Quran. Aisyah juga menjadi satu-satunya istri yang bersama Nabi ketika menerima wahyu. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga wafat di tangan Aisyah.

Aisyah menjadi seorang janda di umur yang masih sangat muda, yaitu 19 tahun. Setelah ditinggal Rasulullah, Aisyah masih tetap memainkan peran penting dalam penyebaran Islam selama lebih dari 40 tahun.

4. Hafsah binti Umar bin Al-Khattab

Istri keempat Nabi Muhammad adalah Hafsah, putri salah satu orang kepercayaan terdekat Nabi Muhammad, Umar bin Al-Khattab. Hafsah telah menikah pada usia muda dan berpartisipasi dalam migrasi ke Abyssinia dan Medina.
Hafsah merupakan seorang janda saat usianya masih 18 tahun. Tetapi, Hafsah mendapat kehormatan untuk menikahi Nabi Muhammad dan menghubungkan keluarga Al-Khattab dengan keluarga Nabi.

Hafsah dan Aisyah adalah istri termuda dari istri Nabi Muhammad dan keduanya memiliki kepribadian yang sama, mereka adalah perempuan yang kuat dan teguh pendirian, dan baik. Hafsah juga menghafal seluruh Al-Quran sama seperti Aisyah. Hafsah merupakan perempuan saleh dan cerdas dan akan menghabiskan berjam-jam merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an.

5. Zainab binti Khuzaymah

Istri Nabi Muhammad SAW yang berpengaruh selanjutnya adalah Zainab binti Khuzaymah. Zainab merupakan satu-satunya istri Nabi Muhammad yang tidak berasal dari suku Quraisy.
Sayangnya Zainab wafat setelah setahun menikah dengan Rasulullah. Meski sangat singkat, Zainab juga memiliki peran yang besar dalam membantu berjalannya dakwah Rasulullah. Zainab telah mendapatkan gelar Bunda Kaum Miskin karena pekerjaannya dan juga kemurahan hatinya untuk berbagi kebaikan dengan orang-orang kurang mampu.

6. Ummu Salamah binti Abu Umayyah

Ummu Salamah merupakan seorang janda yang ditinggal suaminya karena menjadi korban dalam perang Uhud. Setelah menjanda, Ummu hidup sengsara dengan banyaknya cobaan, termasuk penculikan putranya. Ummu Salamah dan mendiang suaminya menjadi bagian dari migrasi ke Abyssinia dan termasuk orang pertama yang meninggalkan Mekah menuju Madinah.
Dengan berbagai cobaan, Ummu pun berdoa kepada Allah: “Ya Tuhan, berilah aku pahala atas musibahku dan berilah aku sesuatu yang lebih baik dari itu sebagai balasannya, yang hanya dapat diberikan oleh-Mu, Yang Maha Agung dan Maha Perkasa.”
Allah pun mengabulkan doa Ummu dan mempertemukannya dengan Nabi Muhammad hingga akhirnya menikah. Setelah menjadi istri Rasulullah, Ummu Salamah meriwayatkan lebih dari 300 hadits. Sebagian besar hadir yang diriwayatkan adalah tentang perempuan.

7. Juwayriyah binti al-Haarith

Juwayriyah menarik perhatian Nabi ketika terlibat dalam pertempuran melawan suku Bani Mustaliq. Rupanya Juwayriyah merupakan anak dari kepala suku Bani Mustaliq.
Ketika Nabi Muhammad SAW dengan Juwayriyah memutuskan untuk menikah, itu membuat suku Bani Mustaliq dan umat Muslim berdamai. Bahkan suku Bani Mustaliq memilih untuk masuk Islam dengan terhormat.

Dilansir dari laman kumparanWOMAN

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link