Kamis, 17 Maret 2022

Rusia Rekrut 40.000 Tentara Suriah, Mufti Ukraina Desak Muslim Jangan Terlibat

Rusia Rekrut 40.000 Tentara Suriah, Mufti Ukraina Desak Muslim Jangan Terlibat

 

Pasukan pro-Rusia terlihat di atas kendaraan lapis baja di pemukiman Buhas (Bugas) yang dikuasai separatis, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (1/3/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

AGN - Ukraina mengungkap, Suriah akan mengerahkan 40.000 tentara bayaran dari Timur Tengah untuk membantu invasi Rusia. Sekitar 150 warga Suriah pun telah berderap menuju Moskow pada Selasa (15/3/2022).

Selain serdadu, Intelijen Kiev melaporkan, senjata dan peralatan militer akan segera dicurahkan ke Rusia dan Belarusia pula. Sementara itu, hingga 300 pejuang dikirim ke Ukraina setiap harinya.
Sebelumnya pun, Presiden Rusia Vladimir Putin mengkonfirmasi pengerahan 16.000 sukarelawan dari Timur Tengah. Kepala Mufti Ukraina, Sheikh Said Ismagilov, lantas merilis sebuah pesan untuk warga Suriah.
Ia mendesak agar mereka tidak menginjakkan kaki di Kiev untuk mendukung Moskow. Sebab, kaum Muslim juga merupakan bagian dari Ukraina. Terlebih, Ismagilov menegaskan, keputusan itu tentu akan menyebabkan dosa.
"Jangan datang ke sini untuk membunuh kami, jangan berbuat dosa. Muslim adalah bagian dari Ukraina," tutur Ismagilov, sebagaimana dikutip dari Sky News.
"Kami membela negara kami. Ukraina tidak menyerang Rusia. Rusia menyerang Ukraina," lanjut Ismagilov.
Mufti merupakan orang yang diberi wewenang untuk menghasilkan fatwa dengan cara ijtihad.
Putin pada Jumat (11/3/2022) memberi persetujuan pengerahan ribuan sukarelawan asing dari Timur Tengah. Pasukan itu akan memperkuat kelompok pemberontak dari Donbass yang didukung Rusia.
Pasukan pro-Rusia berkumpul di pemukiman yang dikuasai separatis Mykolaivka (Nikolaevka), di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (1/3/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Kemhan Rusia kemudian mengunggah rekaman yang menunjukkan puluhan pria berkamuflase. Mereka mengangkat senapan Kalashnikov dan spanduk pro-Rusia dalam pertemuan para veteran perang di Suriah.
Langkah melibatkan sukarelawan itu dikatakan akan menggandakan kekuatan invasi Kremlin. Barat sempat menyebut agresi itu telah kehilangan momentum.
Namun, Rusia kini dapat mengerahkan tentara bayaran tangguh tanpa risiko tambahan korban militer sendiri.
Citra satelit menunjukkan konvoi, dekat Invankiv, Ukraina, yang dikatakan berjalan lamban. Foto: Maxar Technologies/Handout via REUTERS
Pejabat AS menyampaikan pada Senin (7/3/2022), Kremlin menawarkan para serdadu Suriah USD 200--300 sebagai bayaran selama enam bulan.
Kendati demikian, Putin mengklaim, pasukan itu tidak mendaftarkan diri karena imbalan uang.
Menurut Putin, mereka datang sebagai pembebas yang ingin menyelamatkan orang-orang di wilayah-wilayah separatis Lugansk dan Donetsk.
Seorang wanita menangis di dekat bangunan tempat tinggal yang rusak selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina 11 Maret 2022. Foto: REUTERS/Alexander Ermochenko
"Jika Anda melihat bahwa ada orang-orang yang ingin atas kemauan mereka sendiri, bukan karena uang, untuk datang membantu orang-orang yang tinggal di Donbass," klaim Putin, seperti dikutip dari Reuters.
"Maka kita perlu memberi mereka apa yang mereka inginkan dan membantu mereka sampai ke zona konflik," sambung Putin.
Demi membantu para ‘pembebas’, Menhan Rusia Sergei Shoigu turut memberikan usulan yang akan memperkuat pasukan di Donbass.
Shoigu mengatakan, rudal buatan Barat yang ditangkap oleh tentara Rusia di Ukraina harus diserahkan kepada pasukan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu saat meninggalkan lokasi Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow, Rusia. Foto: Maxim Shemetov. Reuters
Persenjataan lain seperti sistem pertahanan udara portabel MANPADS dan roket anti-tank juga akan diberikan kepada kelompok separatis itu.
"Mengenai pengiriman senjata, terutama senjata buatan Barat yang jatuh ke tangan tentara Rusia - tentu saja saya mendukung kemungkinan memberikannya kepada unit militer republik rakyat Lugansk dan Donetsk," terang Putin, dalam sebuah pembicaraan yang disiarkan di televisi.
"Tolong lakukan ini," jelasnya kepada Shoigu.

Dilansir dari laman kumparanNEWS

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link