Senin, 07 Maret 2022

9 WNI Asal Binjai dan Langkat Terjebak di Perang Rusia-Ukraina, Berharap Dievakuasi

9 WNI Asal Binjai dan Langkat Terjebak di Perang Rusia-Ukraina, Berharap Dievakuasi

 

9 WNI asal Binjai dan Langkat, Sumut, terjebak di Ukraina, di tengah kondisi perang antara Rusia dan Ukraina (Tangkapan layat Instagram @seputarbinjai)

Binjai.AGN - Sebanyak 9 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), terjebak di tengah kondisi perang antara Rusia dengan Ukraina. 9 WNI tersebut kini berada di Kota Chernihiv, Ukraina.

Informasi diperoleh Liputan6.com, Senin (7/3/2022), mereka saat ini bersembunyi di salah satu bungker untuk berlindung. Dalam video yang beredar di media sosial (medsos) para WNI meminta perlindungan kepada Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk Ukraina.

Mereka semua merasa terancam nyawanya. Video yang diposting akun Instagram @seputarbinjai memperlihatkan 9 orang memohon kepada Pemerintah Indonesia untuk disegerakan dilakukan evakuasi. Menurut mereka, kondisinya sudah gawat darurat.

"Semakin membahayakan, lah, buat kami. kami mohon Pemerintah Indonesia untuk disegerakan membantu evakuasi, terima kasih," ucap salah satu pria di dalam video tersebut.

Diketahui, mereka adalah Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma, Dedi Irawan, Zulham Ramadhan, dan Amri Abas.

Keluarga para warga Binjai yang saat ini sedang tertahan di Ukraina usai telekonferensi dengan pihak Dubes Indonesia untuk Ukraina di Command Center (BCC) Balai Kota Pemko Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kora Binjai, Sumatera Utara (Sumut) (Reza Efendi/Liputan6.com)

Istri Iskandar, Ayi Rodiah, usai telekonferensi dengan pihak Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina di Command Center (BCC) Balai Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kora Binjai, Sumatera Utara (Sumut), mengatakan, sangat berharap dilakukan evakuasi.

"Sangat cemas. Karena anak saya juga di sana (Ukraina) selain suami. Anak laki-laki saya yang kedua, ikut. Kalau anak perempuan atau anak pertama, ikut saya di sini," terang Ayi, warga Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumut.

Dijelaskan Ayi, suaminya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah jalan 5 tahun belakangan. Di Urkaina, Iskandar beserta 8 WNI asal Binjai dan Langkat, Sumut, bekerja di pabrik plastik. Saat ini mereka bersembunyi di bungker.

"Setiap malam, di sana terjadi ledakan. Kami keluarga di sini takut. Kami harapkan pemerintah bisa melakukan evakuasi orang-orang yang masih di dalam bungker, termasuk suami dan anak saya," ucapnya.

Dilansir dari laman LIPUTA6


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2022 Aceh Global News | Created By OLG.link