Taufik Hadiri Silaturahmi Akbar IKAGARA, Ajak Masyarakat Rawat Persaudaraan

Foto | Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si., menghadiri Silaturahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).(dok.Humas Pemerintah Aceh Untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Pemerintah Aceh mengajak masyarakat terus menjaga persaudaraan dan memperkuat kerja sama lintas elemen demi terciptanya kehidupan yang harmonis. 

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., saat menghadiri Silaturahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peusijuek Kapolda Aceh di Anjong Mon Mata, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang digelar Ikatan Keluarga Aceh Tenggara (IKAGARA) itu menjadi ajang pertemuan masyarakat asal Aceh Tenggara sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Mewakili Pemerintah Aceh, Taufik mengapresiasi inisiatif IKAGARA dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan semacam ini memiliki arti penting untuk menjaga ikatan emosional masyarakat dengan daerah asal sekaligus membangun kebersamaan yang lebih kuat.

Ia menilai Aceh Tenggara memiliki kekayaan adat, budaya, dan tradisi yang turut memperkaya identitas masyarakat Aceh. Keberagaman tersebut, kata dia, perlu dirawat sebagai modal sosial untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dan menjaga keharmonisan.

Taufik juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam membangun hubungan yang baik, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta menghormati perbedaan.

Rangkaian acara kemudian diisi dengan prosesi peusijuek terhadap Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Tradisi tersebut menjadi bentuk doa dan harapan agar Kapolda senantiasa memperoleh kesehatan serta kebijaksanaan dan kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Taufik, situasi Aceh yang aman dan damai membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah, kepolisian, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat perlu terus membangun komunikasi serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kegiatan silaturahmi tersebut dapat mempererat hubungan antarkelompok masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan kepolisian. Dengan kebersamaan yang terpelihara, upaya menjaga kedamaian dan stabilitas Aceh diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.[CSA]

0 Komentar