Kabut Asap Sempat Batasi Jarak Pandang di Sabang, Pelayaran Express Bahari Tetap Normal

Foto | Kabut asap karhutla sempat mengurangi jarak pandang di Kota Sabang pada Kamis (15/10/2026), sementara pelayaran Express Bahari dilaporkan tetap berlangsung sesuai jadwal.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat mengurangi jarak pandang di Kota Sabang, Kamis (15/10/2026). Meski kondisi tersebut terpantau pada pagi hingga siang hari, pelayaran kapal cepat Express Bahari pada rute Sabang-Banda Aceh dilaporkan masih berlangsung sesuai jadwal.

Kepala Cabang Sabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM), Rudi, mengatakan kabut asap terlihat cukup pekat sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Situasi tersebut menjadi perhatian operator, terutama dalam memantau kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan laut.

Menurut Rudi, hingga saat itu belum ada perubahan jadwal pelayaran akibat kabut asap. Namun, pihaknya tetap memperhatikan perkembangan jarak pandang dan situasi aktual di lapangan selama kegiatan operasional berlangsung.

“Tadi pagi sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB kabut asap cukup pekat. Sejauh ini pelayaran tetap berjalan sesuai jadwal, dengan kondisi jarak pandang yang terus kami perhatikan,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam pelayaran, terlebih ketika kondisi atmosfer di sekitar wilayah perairan mengalami perubahan. Karena itu, perkembangan cuaca dan situasi di laut tetap menjadi perhatian dalam mendukung kelancaran operasional kapal.

Sementara itu, hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang mencatat jarak pandang mencapai 7 kilometer pada pukul 10.00 WIB. Pada pengamatan berikutnya, yakni pukul 14.00 WIB, jarak pandang tercatat menurun menjadi 3 kilometer dengan kondisi berasap.

Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil pengamatan di stasiun meteorologi dan tidak serta-merta mewakili kondisi jarak pandang di sepanjang jalur pelayaran Sabang-Banda Aceh. Situasi di masing-masing kawasan perairan dapat berbeda sehingga pemantauan langsung tetap diperlukan.

Rudi juga mengingatkan calon penumpang agar memastikan informasi keberangkatan melalui saluran resmi operator sebelum menuju pelabuhan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi cuaca atau aspek keselamatan pelayaran mengharuskan adanya penyesuaian.

Dengan kondisi asap yang masih perlu dipantau, perkembangan cuaca dan jarak pandang menjadi perhatian bagi operator maupun calon penumpang. Informasi terbaru diharapkan dapat menjadi acuan masyarakat dalam merencanakan perjalanan laut antara Sabang dan Banda Aceh.[ARD]

0 Komentar