Dosen USK Dampingi UMKM Sabang, dari Branding hingga Akses Pembiayaan

 

Foto | Tim Departemen Manajemen FEB USK menyiapkan program pendampingan untuk memperkuat branding, inovasi kemasan, dan pengelolaan usaha UMKM di Kota Sabang.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sabang mendapat kesempatan memperkuat kemampuan bisnis melalui program pendampingan yang digelar Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK). 

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperbaiki pengelolaan usaha.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 dengan mengangkat tema pemberdayaan UMKM melalui penguatan branding, inovasi kemasan, komunikasi bisnis, literasi keuangan, dan akses pembiayaan.

Kepala Departemen Manajemen FEB USK, Dr. Chairil Anwar, ST., MM., M.Sc., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan pengetahuan yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pendampingan tidak cukup dilakukan dengan menyampaikan teori, tetapi juga perlu mendorong perubahan dalam cara pelaku usaha mengelola bisnis.

Chairil menjelaskan, program tersebut berfokus pada empat bidang utama, yakni penguatan identitas merek, pembaruan kemasan produk, pengelolaan keuangan, serta pemahaman mengenai sumber pembiayaan formal. Keempat aspek itu diharapkan membantu UMKM meningkatkan profesionalisme dan memperluas peluang pemasaran.

Penguatan branding menjadi salah satu materi penting karena identitas produk dapat membantu konsumen mengenali dan membedakan suatu usaha dari pesaingnya. Pelaku UMKM juga mendapat materi inovasi kemasan untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendukung penyajian yang lebih baik kepada calon pembeli.

Selain tampilan produk, pengelolaan keuangan menjadi perhatian dalam program tersebut. Pelaku usaha akan mendapatkan materi pencatatan serta pengaturan keuangan agar dapat mengetahui kondisi bisnisnya dengan lebih jelas dan mengambil keputusan berdasarkan perhitungan yang terukur.

Tim akademisi juga menyiapkan materi komunikasi bisnis dan strategi promosi. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menyampaikan keunggulan produk kepada konsumen serta membangun komunikasi yang lebih efektif dalam kegiatan pemasaran.

Aspek pembiayaan turut menjadi bagian pendampingan. Pelaku UMKM akan diperkenalkan pada pemahaman mengenai akses pembiayaan formal, termasuk hal-hal yang perlu disiapkan agar dapat memanfaatkan sumber pendanaan secara tepat dan berkelanjutan.

Sasaran program mencakup pelaku usaha dari beragam bidang, mulai dari kuliner dan makanan olahan, jasa menjahit dan konveksi, pengolahan hasil perkebunan, produk jamu herbal, bahan bangunan, jasa laundry, kerajinan tangan, hingga pengolahan hasil perikanan.

Salah satu agenda kegiatan adalah kunjungan ke Cokbang Sabang, usaha olahan kakao lokal yang dikelola Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandi. Tim juga menjadwalkan kegiatan bersama pelaku UMKM di kawasan Taman Wisata Putroe Ijo, Gampong Aneuk Laot, pada Sabtu (17/10/2026).

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan tambahan wawasan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis setelah pendampingan berakhir. Penerapan pencatatan keuangan yang lebih tertib, kemasan yang menarik, serta promosi yang tepat dapat menjadi langkah untuk memperkuat posisi produk di pasar.

Chairil menegaskan, keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang sesuai kebutuhan, UMKM Sabang diharapkan semakin profesional, mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, dan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usahanya.[DIKK]

0 Komentar