Bukan Sekadar Ikut Resep, Peserta BLK Sabang Belajar Rahasia Mengolah Roti dan Kue

 

Foto | Instruktur Nurul Zana membimbing peserta memahami bahan baku dan tahapan pembuatan roti serta kue dalam kegiatan pelatihan di Sabang.(dok.kreasi AI AGN)

Sabang.AGN – Membuat roti dan kue tidak cukup hanya mengikuti resep. Pemilihan bahan, ketepatan teknik, serta tahapan pengolahan turut menentukan kualitas produk. Hal inilah yang dipelajari 16 peserta dalam pelatihan pembuatan roti dan kue di BLK Maritim Kota Sabang.

Instruktur pembuatan roti dan kue, Nurul Zana, mengatakan peserta diperkenalkan pada berbagai teknik pengolahan yang dapat diterapkan untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik. Pembelajaran juga mencakup tips praktik serta pemahaman terhadap karakteristik bahan baku, Jum'at (16/10/2026).

Menurut Nurul, peserta perlu memahami alasan penggunaan bahan tertentu dan cara mengolahnya, bukan hanya menghafal resep. Pengetahuan tersebut menjadi bekal agar mereka dapat menyesuaikan proses pembuatan dengan jenis produk yang ingin dihasilkan.

Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari penggunaan bahan dengan rentang harga dan kualitas yang beragam, mulai dari bahan ekonomis hingga premium. Pemahaman tersebut diharapkan membantu peserta mempertimbangkan kebutuhan produksi sekaligus menyesuaikan biaya dengan target pasar apabila kelak mengembangkan usaha kuliner.

Materi praktiknya pun beragam. Peserta dikenalkan pada pembuatan roti, bolen, kue sus, kue marmer, pizza, cheesecake, bolu gulung, hingga aneka dessert. Berbagai jenis olahan itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari karakteristik produk dan teknik pengerjaan yang berbeda.

Nurul mengakui, membimbing peserta dengan kemampuan awal yang beragam menjadi salah satu tantangan dalam proses pembelajaran. Sebagian peserta bahkan belum pernah membuat roti sebelumnya. Karena itu, materi diberikan secara bertahap agar mereka dapat memahami dasar pengolahan sebelum mengerjakan praktik secara lebih mandiri.

Sebanyak 16 orang mengikuti pelatihan tersebut. Untuk mendukung kegiatan praktik dan evaluasi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, dengan jumlah anggota empat orang pada sebagian kelompok dan dua orang pada kelompok lainnya.

Evaluasi dilakukan untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan materi yang telah diberikan. Pembelajaran praktik ini juga menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi tahapan evaluasi kompetensi berikutnya.

Nurul berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat membuka jalan bagi peserta untuk memasuki dunia kerja. Selain mencari pekerjaan di bidang kuliner, mereka juga diharapkan mampu memanfaatkan kemampuan tersebut untuk membangun usaha sendiri.

Namun, keterampilan produksi bukan satu-satunya kebutuhan bagi peserta yang ingin menjadi wirausaha. Menurut Nurul, dukungan lanjutan berupa akses permodalan atau bantuan bahan baku akan membantu membuka peluang bagi lulusan yang ingin memulai usaha setelah pelatihan berakhir.

Ia mengapresiasi fasilitas dan kebutuhan pembelajaran yang telah disediakan pemerintah untuk menunjang kegiatan di BLK Maritim Sabang. Meski demikian, ia berharap perhatian terhadap peserta tidak berhenti ketika masa pelatihan selesai, terutama bagi mereka yang ingin menerapkan keterampilannya menjadi sumber penghasilan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas kemampuan tenaga kerja lokal di sektor kuliner. Dengan keterampilan yang memadai serta dukungan lanjutan yang sesuai, peserta memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan tersebut, baik melalui pekerjaan maupun usaha mandiri.[PIM]

0 Komentar