BLK Sabang Latih 16 Pemuda Membuat Furnitur, Keterampilan Teknis Jadi Modal Usaha

 

Foto | Pelatihan perkayuan di BLK Maritim Sabang membekali peserta dengan keterampilan membuat furnitur untuk peluang kerja dan usaha mandiri.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Kemampuan membuat furnitur tidak cukup hanya dengan mengolah kayu. Ketelitian membaca gambar kerja, menentukan ukuran, hingga menyesuaikan bentuk perabot dengan kebutuhan konsumen juga menjadi keterampilan yang perlu dikuasai.

Hal itu menjadi bagian dari pelatihan cabinet making atau pembuatan furnitur yang diikuti 16 peserta di Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim Kota Sabang. Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun membangun usaha sendiri.

Kepala UPTD BLK Maritim Kota Sabang melalui Instruktur Syamsuar, S.T., kepada Wartawan mengatakan, bahwa peserta menjalani proses pembelajaran secara bertahap. Mereka tidak hanya mengenal peralatan dan teknik pengerjaan kayu, tetapi juga mempelajari gambar kerja sebagai panduan agar produk yang dibuat sesuai rancangan, Jum'at (16/10/2026).

Menurutnya, pemahaman terhadap gambar kerja penting dalam proses pembuatan perabot. Peserta harus mampu menyesuaikan setiap komponen, ukuran, dan bentuk agar produk yang dihasilkan memiliki fungsi sesuai tujuan pembuatannya.

Dalam praktik, peserta diperkenalkan pada pembuatan sejumlah furnitur, seperti meja dan kursi. Mereka juga diarahkan mengamati model perabot yang beredar di pasaran untuk menambah referensi dalam merancang produk sesuai kebutuhan pengguna.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami hubungan antara keterampilan teknis dan peluang usaha. Produk yang dibuat bukan hanya harus selesai dikerjakan, tetapi juga perlu mempertimbangkan fungsi serta kebutuhan calon pembeli.

Pelatihan ini berlangsung sekitar 25 hari. Selama kegiatan, peserta mendapat kesempatan mempelajari tahapan dasar pembuatan furnitur melalui praktik dan pendampingan instruktur.

Syamsuar berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Selain melamar pekerjaan pada usaha mebel atau bidang perkayuan, mereka juga berpeluang merintis usaha pembuatan perabot secara mandiri.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kemauan untuk terus belajar dan kemampuan menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Dukungan berbagai pihak juga dibutuhkan agar keterampilan peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Melalui program ini, BLK Maritim Sabang berupaya memperluas pilihan keterampilan bagi generasi muda. Penguasaan teknik pembuatan furnitur diharapkan menjadi bekal produktif yang dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong tumbuhnya usaha baru di Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar