![]() |
| Foto | Kepala UPTD BLK Maritim Kota Sabang, Romi Hidayat, S.T., M.AP.,(dok.AGN) |
Sabang.AGN – Pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim Kota Sabang menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja maupun untuk merintis usaha mandiri.
Di bawah Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, BLK saat ini menyelenggarakan empat program pelatihan, yakni barista kopi, operator komputer muda, cabinet making atau pembuatan furnitur, serta pembuatan roti dan kue.
Kepala UPTD BLK Maritim Kota Sabang, Romi Hidayat, S.T., M.AP., mengatakan program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang bisa diterapkan setelah pelatihan selesai, Jum'at (16/10/2026).
Menurut Romi, pembelajaran di BLK mencakup tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Ketiganya diperlukan untuk membentuk calon tenaga kerja yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan tempat kerja.
Peluang penempatan kerja mulai terlihat, terutama bagi peserta pelatihan barista. Romi menyebut sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menjalin komunikasi dengan pihak BLK untuk mencari calon pekerja yang memiliki kemampuan mengolah dan menyajikan kopi.
Salah satu usaha yang disebut membutuhkan tenaga barista adalah Journey Kopi, dengan perkiraan kebutuhan sekitar tiga orang. Selain itu, komunikasi dengan pelaku usaha lain juga membuka kemungkinan bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program pelatihan.
Kesempatan kerja bahkan tidak hanya terbatas di Sabang. Romi mengungkapkan adanya peserta yang terhubung dengan peluang bekerja sebagai barista di Arab Saudi. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang dipelajari dapat menjadi bekal untuk mencari pekerjaan di luar daerah, termasuk di pasar kerja internasional.
Meski peluang bekerja terbuka, Romi berharap lulusan BLK juga berani membangun usaha sendiri. Peserta yang memiliki keterampilan di bidang kopi, kuliner, komputer, maupun pembuatan furnitur diharapkan dapat memanfaatkan kemampuannya untuk menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.
Lama pelatihan disesuaikan dengan bidang yang dipilih. Program operator komputer muda berlangsung selama 33 hari, sedangkan pelatihan pembuatan roti dan kue dilaksanakan selama 23 hari. Adapun program lainnya memiliki durasi berbeda sesuai kebutuhan pembelajaran masing-masing.
Di sisi lain, ketersediaan peralatan praktik masih menjadi perhatian dalam pengembangan pelatihan. Romi menjelaskan, perlengkapan yang digunakan, khususnya pada program barista, masih tergolong sederhana jika dibandingkan dengan peralatan yang lazim digunakan di tempat kerja.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri karena peserta perlu memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dukungan peralatan yang lebih memadai dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi lingkungan kerja sebenarnya.
Karena itu, BLK berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan untuk memperkuat fasilitas pelatihan sekaligus memperluas hubungan antara lembaga pelatihan dan dunia usaha.
Melalui empat program yang tersedia, BLK Maritim Kota Sabang diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja. Selain meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan, program ini juga diharapkan melahirkan wirausaha baru yang dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal.[DIKK]

0 Komentar