
Foto | Banjir akibat hujan lebat merendam permukiman dan lahan pertanian di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara.(dok.AGN)
Aceh Tenggara.AGN – Banjir dan tanah longsor melanda tujuh desa di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam (9/10).
Bencana ini mengakibatkan tanggul sungai jebol, lahan pertanian terendam, serta akses jalan nasional Kutacane–Blangkejeren terganggu akibat tertutup material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, menjelaskan hujan berintensitas tinggi mulai terjadi sekitar pukul 23.32 WIB. Kondisi tersebut memicu peningkatan debit Sungai Lawe Bulan hingga tanggul di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, jebol dan air meluap ke permukiman warga.
Selain banjir, longsor terjadi di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan nasional Kutacane–Blangkejeren sehingga arus kendaraan terhenti dan menyebabkan kemacetan panjang dari kedua arah.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara, wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, serta Desa Pulo Latong di Kecamatan Babussalam.
Di Kecamatan Bambel, banjir melanda Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, dan Terutung Megara Asli.
Dampak bencana juga terlihat pada sejumlah infrastruktur. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan–Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing dilaporkan jebol sepanjang sekitar 50 meter. Sementara itu, fasilitas pengambilan air baku atau intake SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut terbawa arus.
Di sektor pertanian, sekitar 15 hektare lahan di tiga desa terendam banjir. Genangan setinggi 30–50 sentimeter juga menutupi sebagian jalan nasional Kutacane–Medan, khususnya di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli. Selain itu, air turut menggenangi gudang logistik BPBD dan lingkungan SMPIT Al Khansa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Aceh Tenggara diterjunkan untuk melakukan kajian awal dan mendata dampak bencana. Satu unit alat berat dikerahkan membersihkan material longsor di jalur Kutacane–Blangkejeren, sedangkan alat berat lainnya digunakan untuk mengangkat kayu gelondongan di Jembatan Balley Pulo Latong serta menangani tanggul yang jebol di Desa Lawe Kihing.
Personel pemadam kebakaran juga membantu membersihkan lumpur yang menutupi ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung. Petugas terus berupaya menangani dampak banjir dan menormalkan aliran sungai, sementara genangan air masih ditemukan di sejumlah lokasi.
Hingga Minggu (11/10/2026) pukul 12.00 WIB, BPBD belum menerima laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Kondisi cuaca di wilayah terdampak dilaporkan berawan dengan suhu 31 derajat Celsius dan kelembapan 71 persen. Pemantauan serta pendataan lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.[DIRMAN]
0 Komentar