KONI Sabang Tak Ingin Pembinaan Atlet Dilakukan Mendadak, Persiapan PORA Dimulai dari Sekarang

Foto | Ketua KONI Sabang Darmawan menyampaikan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan menuju PORA Aceh Jaya.(dok.kreasi AI AGN)

Sabang.AGN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sabang mulai menyiapkan pola pembinaan atlet secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang direncanakan berlangsung di Aceh Jaya.

Meski waktu pelaksanaan PORA berikutnya belum dipastikan, apakah berlangsung pada 2026 atau 2027, KONI Sabang memilih tetap menjalankan proses pembinaan. Penyesuaian terhadap program akan dilakukan setelah jadwal resmi pelaksanaan PORA ditetapkan.

Ketua KONI Sabang, Darmawan, mengatakan kepastian jadwal menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun tahapan persiapan. Namun, ketidakpastian tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan atlet yang selama ini telah berjalan, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, menjaga kondisi atlet yang telah mengikuti pra pora dan telah dinyatakan lewat ke PORA perlu tetap mendapatkan program latihan agar kebugaran, kemampuan teknis dan kesiapan mereka tidak menurun ketika memasuki tahapan persiapan PORA kedepan.

“Untuk menjaga kebugaran dan kemampuan sumber daya manusia atlet, perlu dilaksanakan pembinaan yang terukur dan terkonsentrasi. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan, apabila pelaksanaan PORA mengikuti jadwal awal yang sebelumnya direncanakan, KONI Sabang pada tahapan ini seharusnya sudah mulai memasuki program training camp (TC), baik TC berjalan maupun TC tetap bagi atlet yang dipersiapkan.

Namun, karena jadwal pelaksanaan PORA masih menunggu kepastian, KONI Sabang melalui rapat pimpinan memutuskan untuk tetap menjalankan pola latihan yang terukur dan terkonsentrasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar atlet tidak kehilangan ritme latihan.

“Kita menyesuaikan dengan perkembangan jadwal PORA. Tetapi pembinaan tidak boleh berhenti. Atlet harus tetap dipersiapkan sehingga ketika jadwal sudah ditetapkan, kita tidak mulai dari nol lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kota Sabang, Kurnia Yudha Pradana, S.Pd., Gr, mengatakan pelaksanaan pembinaan nantinya dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga dengan koordinasi bersama KONI.

Menurut Kurnia, Bidang Pembinaan dan Prestasi akan berperan dalam melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap program yang disusun oleh setiap cabor. Dengan pola tersebut, pembinaan diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga dan kondisi atlet.

“Pembinaan akan dilaksanakan oleh masing-masing cabor dengan koordinasi bersama KONI di bawah Binpres. Jadi program latihan tetap diarahkan dan dipantau agar berjalan secara terukur,” jelas Kurnia.

Ia menambahkan, kesinambungan latihan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah atlet menyelesaikan rangkaian kompetisi. Atlet tidak diharapkan berhenti berlatih setelah pertandingan berakhir, melainkan tetap menjalani program untuk mempertahankan kondisi fisik dan kemampuan yang telah dibangun.

Pola pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya KONI Sabang mempersiapkan atlet secara lebih matang. Ketika jadwal PORA Aceh Jaya nantinya sudah ditetapkan, program pembinaan dapat disesuaikan kembali, termasuk kemungkinan memasuki tahapan TC sesuai kebutuhan masing-masing cabor.

KONI Sabang berharap para atlet dan pelatih tetap menjaga semangat dalam menjalani program pembinaan. Masa menunggu kepastian jadwal PORA justru diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, memperbaiki kekurangan dan menjaga kesiapan atlet.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara bertahap, terukur dan berkelanjutan, KONI Sabang ingin memastikan persiapan menuju PORA tidak dilakukan secara mendadak. Setiap atlet diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk berkembang sehingga dapat tampil dalam kondisi terbaik ketika kompetisi tingkat Aceh tersebut digelar.

0 Komentar