Camat dan Keuchik Diminta Aktif Awasi Karhutla

 

Foto | Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.(dok.AGN)

Sabang.AGN - Penguatan kesiapsiagaan juga diarahkan sampai ke tingkat kecamatan dan gampong. Para camat dan keuchik diminta menyampaikan informasi mengenai bahaya Karhutla kepada masyarakat serta menggerakkan perangkat di wilayahnya untuk melakukan pencegahan.

Jika ditemukan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat dan aparatur gampong diminta segera mengambil tindakan awal sesuai kewenangan serta melaporkannya kepada instansi terkait. Kecepatan informasi dinilai penting agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

“Jadikan pencegahan Karhutla sebagai bagian dari tugas bersama kecamatan dan gampong. Apabila terdapat potensi kebakaran, segera lakukan langkah pencegahan dan laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” kata Wakil Wali Kota Sabang, Drs. Suradji Junus.

Selain lingkungan masyarakat, sektor pendidikan juga diarahkan untuk ikut membangun budaya sadar bencana. Dinas Pendidikan diminta mendorong para kepala sekolah memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mengenali berbagai tindakan yang dapat memicu kebakaran.

Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan positif sejak dini. Edukasi mengenai bahaya membakar sampah sembarangan, cara mencegah kebakaran hingga langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter sadar lingkungan.

Suradji juga mengingatkan bahwa ancaman bencana di Sabang tidak hanya berupa Karhutla. Sebagai wilayah kepulauan, Sabang memiliki potensi menghadapi gempa bumi, tanah longsor, angin kencang serta sejumlah bencana hidrometeorologi lainnya.

Oleh sebab itu, budaya siaga bencana harus dibangun secara berkelanjutan. Kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan saat bencana terjadi, melainkan perlu diperkuat melalui edukasi, latihan, pemetaan risiko, koordinasi antarlembaga serta kesiapan personel dan peralatan.

Apel siaga tersebut turut melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanganan keadaan darurat. Di antaranya Dinas Perhubungan, Tagana, PMI, ORARI, BKK, Satpol PP dan WH, PLN, Damkar, Basarnas, RAPI, serta unsur TNI dan Polri.

Keterlibatan banyak unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Ketika kondisi darurat terjadi, komunikasi yang cepat dan pembagian tugas yang jelas menjadi bagian penting agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.

Wakil Wali Kota Sabang turut mengapresiasi seluruh pihak yang mengikuti apel gabungan tersebut. Ia meminta koordinasi dan komunikasi antarinstansi terus dijaga sehingga setiap potensi bencana dapat direspons dengan cepat, tepat dan terpadu.

Bagi Sabang, menjaga hutan dan lingkungan juga berarti menjaga salah satu aset penting daerah. Kelestarian kawasan alam memiliki kaitan dengan kualitas lingkungan sekaligus keberlangsungan aktivitas pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan kota tersebut.

Karena itu, semangat pencegahan Karhutla diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel. Pesan kesiapsiagaan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari masyarakat, aparatur gampong, sekolah, petugas lapangan hingga seluruh unsur pemerintahan.

Pemko Sabang berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana. Pencegahan sejak dini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi hutan, lahan dan lingkungan Pulau Weh dari ancaman kebakaran.

“Cegah kebakaran sebelum terjadi. Jaga hutan dan lahan kita,” pungkas Suradji.[DIKK]

0 Komentar