
Foto | Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menutup event BACCE 2026 di Lapangan Blang Padang, Minggu (20/9/2026) malam.(dok.Humas Pemko Banda Aceh untuk AGN)
Banda Aceh.AGN – Gelaran Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (20/9/2026) malam.
Penutupan event yang mengangkat kopi sebagai bagian dari identitas kota itu dilakukan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal. Selama pelaksanaannya, BACCE 2026 disebut mampu menarik sekitar 26 ribu pengunjung.
Selain menghadirkan berbagai kegiatan seputar kopi, event yang berlangsung sejak 18 September tersebut juga melibatkan 120 pelaku UMKM. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Keramaian pengunjung semakin terlihat pada malam terakhir. Sejumlah rangkaian kegiatan juga digelar hingga penutupan, termasuk kompetisi barista yang menjadi salah satu daya tarik BACCE 2026.
Illiza mengatakan, kopi tidak hanya berbicara mengenai minuman yang tersaji di meja. Di balik proses pengolahan hingga penyajian, terdapat kerja petani dan potensi alam Aceh yang menurutnya perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Illiza meminta aspek penyajian dan pertunjukan barista dapat dikembangkan sehingga pengalaman pengunjung tidak hanya sebatas menikmati kopi, tetapi juga menyaksikan kreativitas dalam proses meraciknya.
“Ke depan harus ada nilai plus, mulai dari cara berpakaian yang lebih menarik dan keren, sampai atraksi meracik kopi yang bisa ditampilkan ke pengunjung,” kata Illiza.
Pada malam penutupan, Illiza bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyerahkan penghargaan kepada barista yang meraih hasil terbaik dalam sejumlah kategori kompetisi.
Menurut Illiza, kegiatan seperti BACCE juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Banda Aceh kepada masyarakat dari luar daerah. Ia mengajak warga ikut menjaga suasana kota sekaligus mempromosikan budaya dan kearifan lokal kepada para wisatawan.
Banda Aceh sendiri memiliki kultur kedai kopi yang kuat dan dikenal luas sebagai kota dengan banyak warung kopi. Di sisi lain, Aceh memiliki sentra produksi kopi seperti Aceh Tengah yang menjadi bagian penting dari rantai industri kopi daerah.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kegiatan yang memadukan kopi, UMKM, kreativitas dan pariwisata tersebut dapat terus dikembangkan. Penyelenggaraan BACCE berikutnya diarahkan agar memiliki skala yang lebih besar sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif lokal.[CSA]
0 Komentar