29 Calon Jemaah Haji Sabang Mulai Urus Visa, Kuota Aceh Bertambah Buka Peluang Keberangkatan

 

Foto | Calon jemaah haji Kota Sabang menjalani proses perekaman data biometrik untuk pengajuan visa haji musim 1448 Hijriah.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji asal Kota Sabang untuk musim haji 1448 Hijriah mulai memasuki tahap administrasi visa. Sebanyak sekitar 29 calon jemaah reguler yang masuk daftar keberangkatan kini menjalani proses pengajuan visa melalui sistem digital yang terintegrasi dengan perekaman data biometrik.

Kepala Kementerian Haji Sabang, Ustadz H. Ghazali, mengatakan proses pengajuan visa dilakukan menggunakan aplikasi Bio Visa Saudi Arabia. Calon jemaah dipanggil secara bertahap ke kantor untuk mendapatkan pendampingan dalam melakukan perekaman dan pengisian data.

“Untuk jemaah reguler yang berangkat, sekitar 29 orang sedang kita proses visanya. Kita panggil ke kantor untuk membantu mereka menggunakan aplikasi,” kata Ghazali.

Dalam proses tersebut, calon jemaah harus melakukan beberapa tahapan, mulai dari pengambilan foto wajah, perekaman sidik jari hingga pemindaian paspor. Seluruh data kemudian digunakan dalam proses pengajuan visa secara digital sehingga dokumen perjalanan tidak perlu dikirim secara fisik ke Jakarta untuk proses administrasi visa.

Menurut Ghazali, penerapan sistem digital memberikan kemudahan dalam pengurusan visa jemaah dari daerah. Namun, pendampingan tetap diperlukan karena sebagian calon jemaah belum terbiasa menggunakan aplikasi maupun menjalani proses perekaman biometrik secara mandiri.

Dari sekitar 29 calon jemaah yang masuk proses tersebut, sebagian besar telah menyelesaikan perekaman data. Saat ini masih terdapat sekitar 11 orang yang belum menuntaskan tahapan pengajuan visa.

“Alhamdulillah sudah beberapa jemaah selesai, tinggal sekitar 11 orang lagi. Setiap hari kita panggil sekitar lima orang agar prosesnya bisa berjalan,” ujarnya.

Proses perekaman biometrik sendiri tidak selalu berlangsung singkat. Sejumlah kendala teknis seperti kualitas jaringan internet maupun sistem yang belum dapat membaca sidik jari dengan sempurna terkadang membuat calon jemaah harus mengulangi proses perekaman.

Di sisi lain, persiapan administrasi keberangkatan juga mencakup penyelesaian dokumen paspor. Bagi calon jemaah yang belum memiliki paspor, pihak Kementerian Haji Sabang sebelumnya telah memfasilitasi pelayanan bersama petugas imigrasi yang datang langsung ke kantor.

Persiapan keberangkatan tersebut berlangsung seiring dengan adanya tambahan kuota haji untuk Provinsi Aceh. Kuota yang sebelumnya berada di kisaran 3.800 jemaah kini meningkat menjadi sekitar 4.500 jemaah, sehingga membuka peluang lebih besar bagi calon jemaah dalam daftar tunggu untuk memperoleh kesempatan berangkat.

Ghazali mengatakan peningkatan kuota tersebut turut memberikan pengaruh terhadap jumlah jemaah Sabang yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji. Selain jemaah reguler, terdapat pula jemaah cadangan yang dapat mengisi kuota apabila ada calon jemaah yang menunda keberangkatan.

“Dulu Aceh mendapatkan kuota sekitar 3.800-an, sekarang sekitar 4.500-an. Hampir ada penambahan 1.000 jemaah,” kata Ghazali.

Dengan bertambahnya kuota, calon jemaah yang telah masuk dalam daftar keberangkatan kini diarahkan menyelesaikan berbagai persyaratan secara bertahap. Pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor serta pengajuan visa menjadi bagian dari rangkaian persiapan yang tengah dilakukan.

Ghazali meminta calon jemaah menjaga kondisi kesehatan sembari menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi. Terlebih, kesehatan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kesiapan jemaah sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.

“Kita sangat berharap jemaah yang masuk keberangkatan reguler bisa menjaga kesehatannya. Kalau ada masalah kesehatan, masih ada waktu untuk memperbaiki kondisi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan calon jemaah agar mengikuti setiap perkembangan melalui informasi resmi. Jemaah diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai penyelenggaraan haji yang berasal dari sumber yang tidak jelas atau tidak memahami ketentuan yang berlaku.

Kementerian Haji Sabang berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan proses administrasi yang dilakukan sejak awal, calon jemaah diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki tahapan pelunasan dan keberangkatan menuju Tanah Suci.[DIKK]

0 Komentar