%20(1).png)
Foto | Olah visual menggunakan ChatGPT (acehglobalnews.id)
Sabang.AGN – Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, mengungkapkan optimisme terhadap peluang besar Kota Sabang menjadi basis investasi dan aktivitas maritim internasional.
Salah satu peluang tersebut datang dari perusahaan energi Mubadala Energy, yang disebut mulai melirik Sabang sebagai lokasi strategis dibandingkan daerah lain di Aceh.
Menurut Zulkifli, informasi tersebut diperolehnya dalam sebuah pertemuan dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan Mubadala Energy. Dalam pembahasan itu, disebutkan bahwa perusahaan tersebut tengah mempertimbangkan dua lokasi, yakni Lhokseumawe dan Sabang, untuk mendukung aktivitas operasionalnya.
Ia menjelaskan, dari berbagai aspek yang dipertimbangkan, Sabang dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Kedalaman laut yang memadai menjadi salah satu faktor penting, selain keberadaan Pelabuhan CT-3 milik Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) yang dinilai memiliki fasilitas yang baik.
"Selain itu, Sabang bukan merupakan pelabuhan yang padat sehingga kapal-kapal yang membawa peralatan maupun logistik tidak perlu mengantre saat bersandar. Hal ini menjadi nilai lebih bagi investor," ujar Zulkifli di Aula lantai IV Kantor Wali Kota Sabang, Jum'at (7/8/2026).
Lebih lanjut, Wali Kota mengaku akan memanfaatkan kesempatan apabila dapat bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia. Ia ingin menyampaikan usulan agar Sabang diprioritaskan sebagai pusat bisnis maritim nasional, khususnya untuk layanan bunkering dan penyediaan air bersih bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran internasional.
Menurutnya, hasil komunikasi dengan sejumlah menteri dan pihak yang dekat dengan pemerintah pusat menunjukkan adanya peluang besar bagi Sabang untuk mengambil peran tersebut. Ia menjelaskan, selama ini banyak kapal yang melintasi Selat Malaka masih bergantung pada pasokan air bersih ketika bersandar di Singapura. Air tersebut bahkan diperoleh Singapura dari Johor, Malaysia, dan diperkirakan skema itu hanya bertahan hingga sekitar tahun 2040.
Zulkifli mengatakan, kondisi tersebut membuka peluang bagi Sabang untuk menjadi alternatif baru bagi kapal-kapal internasional dalam memenuhi kebutuhan air tawar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 1.600 kapal melintasi jalur Selat Malaka dan membutuhkan pasokan air saat melakukan singgah di pelabuhan.
Ia juga mengungkapkan telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan para pelaku usaha pelayaran dari Malaysia, Batam, serta sejumlah negara lainnya. Dari berbagai pertemuan tersebut, para pengusaha kapal disebut menunjukkan minat untuk memanfaatkan Pelabuhan Sabang, namun masih mengharapkan adanya kepastian dari pemerintah pusat.
"Mereka pada prinsipnya hanya meminta satu hal, yaitu jaminan keamanan dan kenyamanan bagi kapal-kapal yang beroperasi di Sabang. Jika hal itu dapat dipastikan oleh pemerintah, mereka menyatakan siap menjadikan Sabang sebagai salah satu pelabuhan persinggahan," katanya.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Zulkifli mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Wakil Menteri Perhubungan dan beberapa tokoh nasional. Ia berharap dapat memfasilitasi pertemuan antara para investor dan Presiden RI guna membahas langsung pengembangan Sabang sebagai kawasan bisnis maritim yang strategis.
Di akhir keterangannya, Wali Kota menegaskan bahwa realisasi rencana tersebut sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Ia meyakini, apabila Presiden memberikan jaminan terhadap aspek keamanan dan kenyamanan investasi, maka peluang masuknya kapal-kapal internasional ke Sabang akan semakin besar dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.[DIKK]
0 Komentar