Weekend di Sabang Setiap Akhir Pekan

 

Foto | KMP BRR bersandar di dermaga Pelabuhan Balohan, Sabang, melayani penyeberangan jalur laut Sabang–Banda Aceh.(dok.AGN)

SABANG – Dinas Pariwisata Kota Sabang berupaya menghadirkan aktivitas wisata yang lebih konsisten melalui pengembangan konsep Sabang Weekend, sebuah agenda rutin yang dirancang untuk menghidupkan destinasi dengan berbagai kegiatan wisata, budaya, dan ekonomi setiap akhir pekan.

Gagasan tersebut diharapkan dapat membuat denyut pariwisata Sabang tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan festival besar atau momentum libur tertentu. Beragam aktivitas akan disiapkan secara bertahap agar wisatawan memiliki pilihan hiburan dan pengalaman selama berkunjung ke Pulau Weh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan pengembangan Sabang Weekend membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah gampong, kelompok seni, pelaku UMKM, hingga komunitas yang bergerak di bidang pariwisata diharapkan dapat mengambil peran dalam menyukseskan agenda tersebut, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, salah satu konsep yang tengah didorong adalah menghidupkan kembali kegiatan pekan raya atau hari pasar di kawasan gampong dan destinasi wisata. Aktivitas tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menarik minat pengunjung untuk datang dan menikmati suasana lokal.

“Sabang Weekend kita usahakan. Kita coba berkolaborasi dengan pihak gampong untuk menghidupkan pekan raya atau hari pasar setiap minggu supaya destinasi wisata ini bisa hidup,” kata Harry.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dikemas dalam Sabang Weekend dapat disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Selain kuliner dan produk UMKM, masyarakat juga dapat menampilkan permainan tradisional, kerajinan, kesenian, serta berbagai kekayaan budaya lokal.

Harry menilai kehadiran atraksi budaya secara berkala penting untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Sanggar-sanggar seni di Sabang diharapkan dapat tampil secara bergiliran, sehingga pertunjukan budaya dapat menjadi bagian dari aktivitas wisata yang bisa dinikmati setiap akhir pekan.

“Budaya lokal mudah-mudahan ini juga kita dukung dan kita genjot supaya sanggar-sanggar ada di Gampong Cot Ba’u, khususnya dan umumnya di Kota Sabang, setiap minggunya bisa menjadi atraksi kesenian,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, Dinas Pariwisata Sabang berharap dapat membentuk pola kunjungan yang lebih berkelanjutan. Wisatawan tidak lagi hanya datang ketika berlangsung festival besar atau pada musim liburan, melainkan memiliki alasan untuk menikmati berbagai kegiatan yang tersedia setiap akhir pekan.

Di sisi lain, Sabang Weekend juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM, pengrajin, seniman, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata diharapkan memperoleh ruang lebih luas untuk memasarkan produk dan jasa mereka.

Program ini rencananya akan dikembangkan secara bertahap dengan melihat karakter dan potensi setiap kawasan wisata di Kota Sabang. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar Sabang Weekend dapat tumbuh menjadi agenda rutin yang menarik bagi wisatawan.[DIKK]

0 Komentar