
Foto | Wakil Ketua DPRK Sabang Albina Arrahman menyampaikan pandangannya tentang makna kemerdekaan bagi generasi muda di era modern.(dok.AGN)
Sabang.AGN — Makna kemerdekaan tidak cukup dipahami sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi harus diterjemahkan ke dalam tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman, menilai generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Menurut Albina, secara mendasar kemerdekaan merupakan kebebasan manusia dari berbagai bentuk belenggu, tekanan dan keterikatan yang membatasi ruang geraknya. Dalam konteks bangsa Indonesia, kemerdekaan menjadi penanda berakhirnya penjajahan serta terbebasnya bangsa dari kekuasaan bangsa lain.
Namun, seiring perubahan zaman, pemaknaan tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi generasi masa kini. Terutama bagi kalangan milenial, Generasi Z hingga Generasi Alpha yang tidak mengalami secara langsung masa perjuangan merebut kemerdekaan.
“Makna kemerdekaan perlu diterjemahkan sesuai dengan kondisi saat ini, terutama agar dapat dipahami oleh generasi muda, termasuk generasi milenial, Generasi Z maupun Generasi Alpha,” ujar Albina.
Ia mengatakan, sebagian generasi muda saat ini mungkin tidak lagi mengetahui secara mendalam proses panjang dan pengorbanan para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Karena itu, nilai perjuangan harus disampaikan melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Menurutnya, tantangan kemerdekaan pada masa sekarang telah mengalami perubahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan fisik, maka generasi saat ini menghadapi bentuk ketergantungan yang lebih kompleks, antara lain dalam bidang teknologi, informasi, ekonomi dan penggunaan berbagai produk.
“Kita masih sangat bergantung pada teknologi yang dibuat oleh negara lain. Kita juga banyak menggunakan produk dan karya yang dihasilkan orang lain, padahal bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan dan kemampuan sendiri,” katanya.
Albina mendorong generasi muda agar menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk menghasilkan karya dan inovasi. Anak-anak muda, kata dia, perlu diberi ruang untuk mengembangkan teknologi, menciptakan aplikasi, mengembangkan sumber energi alternatif serta menghasilkan produk yang memiliki nilai dan daya saing.
Ia menilai kemampuan untuk menciptakan sesuatu secara mandiri merupakan salah satu bentuk kemerdekaan yang penting dibangun pada era modern. Ketergantungan terhadap produk dan sistem dari luar, menurutnya, perlu secara bertahap dikurangi melalui penguatan sumber daya manusia dan inovasi dalam negeri.
“Anak muda harus didorong untuk mampu menciptakan teknologi, mengembangkan energi alternatif, membuat aplikasi sendiri, serta menghasilkan produk yang dapat digunakan dan dibanggakan oleh bangsa sendiri,” ujarnya.
Selain aspek teknologi dan inovasi, Albina juga menyoroti dimensi ekonomi. Kemerdekaan, menurutnya, harus tercermin dari kemampuan masyarakat dan bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi tanpa terus-menerus bergantung pada sistem yang dibangun pihak lain.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai dan jati diri bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman. Indonesia memiliki karakter sebagai bangsa Timur dengan nilai-nilai keislaman yang kuat, sehingga pembangunan tidak semestinya hanya berorientasi pada kemajuan material.
Nilai agama, budaya dan karakter bangsa, kata Albina, perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, kemajuan generasi muda tidak membuat mereka kehilangan identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Ia berharap semangat kemerdekaan dapat terus diwariskan melalui bahasa yang mudah dipahami generasi penerus. Menurutnya, cara menyampaikan pesan perjuangan harus mengikuti perkembangan zaman agar nilai kemerdekaan tidak terasa jauh dari kehidupan anak muda.
“Kalau nilai kemerdekaan tidak mampu kita sampaikan sesuai dengan pemahaman mereka, maka pesan perjuangan kemerdekaan akan semakin jauh dari kehidupan generasi berikutnya,” pungkas Albina.[DIKK]
0 Komentar