Tragedi Pantai Ujong Batee, Tiga Pelajar Meninggal Dunia Terseret Arus dan Satu Masih Dicari

Foto | Suasana evakuasi korban tragedi Pantai Ujong Batee yang menewaskan tiga pelajar.(BPBD Aceh Besar).

Aceh Besar.AGN – Suasana duka menyelimuti warga Perumnas Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, setelah empat pelajar terseret arus laut saat berenang di kawasan wisata Pantai Ujong Batee. 

Hingga Minggu (2/8/2026), tiga korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian tim gabungan.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menyebutkan, korban yang belum ditemukan bernama Salamuddin (15), warga Perumnas Ujong Batee. Tim pencarian masih melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan untuk menemukan keberadaan korban.

“Satu korban yang masih belum ditemukan yakni Salamuddin (15), warga Perumnas Ujong Batee,” kata Pusdalops BPBD Aceh Besar, Iqbal, kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Sementara tiga korban yang telah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia masing-masing Muhiddin (15), M. Abral (15), serta M. Khalil Akbar (15). Ketiga korban diketahui merupakan warga Perumnas Ujong Batee dan masih berstatus sebagai pelajar.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026), saat delapan remaja sedang berenang di kawasan Pantai Ujong Batee. Saat berada di laut, salah seorang dari mereka diduga lebih dahulu terseret arus yang cukup kuat.

Melihat temannya mengalami kesulitan, beberapa remaja lainnya berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus laut membuat tiga orang yang mencoba membantu ikut terseret, sedangkan satu remaja lainnya berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke tepian pantai.

“Setelah kejadian tersebut, tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian terhadap para korban,” ujar Iqbal.

Dalam proses pencarian hari kedua, Sabtu (1/8/2026), tim menemukan korban pertama bernama Muhiddin sekitar pukul 13.45 WIB. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tempat para remaja tersebut terseret arus. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.30 WIB, M. Abral juga ditemukan di kawasan yang masih berdekatan dengan lokasi penemuan korban pertama.

Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu pagi, tim gabungan kembali memperluas wilayah penyisiran laut mulai pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 08.45 WIB, korban ketiga, M. Khalil Akbar, berhasil ditemukan oleh Tim Basarnas Banda Aceh di perairan yang berada di sekitar kawasan Pulau Sabang.

Seluruh korban yang telah ditemukan kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka kawasan Perumnas Ujong Batee. Sementara pencarian terhadap Salamuddin masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkar BPBD Aceh Besar, Basarnas Banda Aceh, Sat Brimob Ujong Batee, Ditpolairud, Polsek Mesjid Raya, Koramil Mesjid Raya, nelayan setempat, RAPI Aceh Besar, RAPI Kota Banda Aceh, ambulans RAPI, ERPA Aceh, serta masyarakat dan keluarga korban.

Tim gabungan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi arus laut cukup kuat. Pengawasan terhadap anak-anak dan remaja yang berenang di laut menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.[]

0 Komentar