SMAN 1 Sabang Bangun Kebiasaan Ramah Lingkungan, Siswa Didorong Bawa Tumbler

Foto | SMAN 1 Sabang menyiapkan kebijakan pengurangan sampah plastik dengan mendorong siswa menggunakan botol minum pribadi.(dok.AGN)

Sabang.AGN — Upaya mengurangi timbulan sampah plastik mulai disiapkan SMA Negeri 1 Sabang melalui perubahan kebiasaan siswa dalam mengonsumsi minuman di sekolah. Salah satu langkah yang akan didorong adalah membiasakan peserta didik membawa botol minum pribadi dari rumah.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan. Penggunaan tumbler dinilai dapat menjadi langkah sederhana yang jika dilakukan secara konsisten mampu mengurangi ketergantungan terhadap kemasan sekali pakai.

Kepala SMA Negeri 1 Sabang, Helmi, mengatakan penggunaan botol minum pribadi memiliki manfaat ganda bagi siswa. Selain membantu menekan produksi sampah plastik, kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli minuman kemasan.

“Membawa tumbler tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga dapat menghemat uang jajan siswa. Dengan membawa minuman sendiri dari rumah, siswa dapat mengurangi kebiasaan membeli minuman kemasan,” kata Helmi, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Helmi, perubahan perilaku di lingkungan sekolah perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang mudah dilakukan. Karena itu, pihak sekolah tidak hanya mengarahkan siswa membawa tumbler, tetapi juga berencana menata kembali jenis minuman yang dijual di kantin.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah minuman dalam kemasan saset. Konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai tersebut dinilai turut menyumbang timbulan sampah di lingkungan sekolah sehingga perlu dikurangi secara bertahap.

Helmi menyebut penerapan kebijakan tersebut nantinya membutuhkan pembahasan bersama seluruh pihak yang berada di lingkungan sekolah. Guru, siswa hingga pengelola kantin diharapkan dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan pengurangan sampah plastik.

“Penerapan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan pengelola kantin. Kesadaran bersama kami nilai penting agar upaya pengurangan sampah plastik dapat berjalan secara konsisten. Nanti akan kami bicarakan bersama,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap kebiasaan baru tersebut tidak berhenti sebatas aturan di lingkungan pendidikan. Menurut Helmi, pembentukan perilaku peduli lingkungan sejak usia sekolah penting agar siswa terbiasa menerapkannya ketika berada di rumah maupun di tengah masyarakat.

Penggunaan tumbler juga diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mendorong siswa lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sekolah ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat dan nyaman.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan SMAN 1 Sabang terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah berharap keterlibatan seluruh warga sekolah dapat membuat program pengurangan sampah plastik berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar diterapkan dalam waktu tertentu.[DIKK]

0 Komentar