![]() |
| Foto | Kepala SMAN 1 Sabang, Helmi, S.Pd.I., bersama jajaran sekolah menyiapkan dukungan bagi Adif Fata Amrullah yang akan membawa nama Aceh di tingkat nasional.(dok.AGN) |
Sabang.AGN — Prestasi pelajar SMAN 1 Sabang, Adif Fata Amrullah, mendapat perhatian serius dari pihak sekolah setelah dipercaya membawa nama Provinsi Aceh dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Nasional 2026.
Ajang tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Menghadapi agenda itu, SMAN 1 Sabang mulai mempersiapkan dukungan sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sabang agar Adif dapat tampil maksimal mewakili Aceh.
Kepala SMAN 1 Sabang, Helmi, S.Pd.I., mengatakan pihak sekolah terus membangun komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kota Sabang terkait persiapan Adif. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting karena prestasi tersebut tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Sabang memperkenalkan potensi generasi mudanya di tingkat nasional.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Sabang. Pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sabang untuk memberikan dukungan penuh atas prestasi yang diraih Adif,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, dukungan terhadap Adif semakin terbuka setelah Wakil Ketua DPRK Sabang mengundang pihak SMAN 1 Sabang untuk mempresentasikan inovasi yang dikembangkan siswa tersebut. Pertemuan itu sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap langkah Adif menuju kompetisi tingkat nasional.
Bagi pihak sekolah, capaian tersebut memiliki arti tersendiri. Adif dinilai telah menunjukkan bahwa keterbatasan geografis sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di wilayah kepulauan bukan menjadi penghalang untuk melahirkan gagasan yang memiliki manfaat praktis.
Helmi menyebut kemampuan Adif dalam merancang dan merakit perangkat untuk kebutuhan dunia otomotif merupakan sebuah terobosan. Terlebih, inovasi tersebut lahir dari seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah.
“Ini sebuah terobosan. Sangat jarang, terutama di pulau terluar, seorang siswa memiliki kemampuan untuk merakit sebuah alat yang bisa membantu dunia otomotif,” katanya.
Inovasi yang dikembangkan Adif berupa perangkat pendeteksi kualitas udara di dalam kabin kendaraan. Perangkat tersebut dirancang untuk mendeteksi keberadaan sejumlah gas yang berpotensi membahayakan manusia di ruang tertutup.
Beberapa gas yang dapat diidentifikasi melalui perangkat tersebut antara lain karbon monoksida, metana, butana dan propana. Ketika kadar gas yang terdeteksi berada pada kondisi berbahaya, alat tersebut dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna kendaraan.
Inovasi itu dinilai memiliki kaitan erat dengan aspek keselamatan berkendara. Kualitas udara di dalam kabin menjadi salah satu hal yang kerap luput dari perhatian, padahal keberadaan gas tertentu dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan risiko bagi penumpang.
Helmi mengatakan, kemampuan Adif mengembangkan perangkat tersebut menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada siswa untuk bereksperimen dan menghasilkan karya sesuai minat mereka. Sekolah tidak hanya berperan dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu mendorong lahirnya kreativitas yang dapat menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Pihak sekolah berharap dukungan dari Pemerintah Kota Sabang, Dinas Perhubungan dan berbagai pihak dapat terus mengalir hingga pelaksanaan ajang nasional. Dengan dukungan tersebut, Adif diharapkan mampu mempresentasikan inovasinya secara optimal sekaligus membawa nama Aceh di tingkat nasional.
Bagi SMAN 1 Sabang, perjalanan Adif menuju kompetisi nasional bukan hanya tentang mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas pelajar dari daerah kepulauan mampu berkembang hingga tingkat nasional ketika mendapatkan pendampingan, kepercayaan dan ruang untuk berinovasi.[DIKK]
.jpeg)
0 Komentar