Siapa yang Menjaga Kebersihan Pantai Sabang Setiap Hari? Ada Banyak Tangan yang Bekerja Sebelum Wisatawan Datang

 

Foto | Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, melakukan peninjauan terhadap tenaga kebersihan di kawasan wisata Sabang Fair. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Sabang, Faisal.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Pantai-pantai di Sabang hampir selalu terlihat bersih ketika wisatawan datang. Hamparan pasir yang rapi, kawasan pesisir yang nyaman, hingga minimnya sampah membuat banyak pengunjung merasa betah berlama-lama menikmati suasana laut.

Namun, kebersihan itu tidak terjadi begitu saja.

Di balik panorama yang dinikmati wisatawan, ada banyak orang yang bekerja setiap hari sejak pagi untuk memastikan kawasan pantai tetap bersih dan nyaman. Mulai dari petugas kebersihan, masyarakat sekitar, pelaku usaha wisata, hingga komunitas pecinta lingkungan, semuanya memiliki peran menjaga salah satu aset terbesar Kota Sabang.

Aktivitas biasanya dimulai sejak matahari belum terlalu tinggi. Petugas kebersihan menyisir kawasan pantai untuk mengumpulkan sampah yang terbawa angin atau tersapu ombak semalaman. Daun-daun kering, ranting, hingga sampah plastik dipisahkan dan diangkut sebelum wisatawan mulai memadati kawasan pesisir.

Di beberapa lokasi wisata, pelaku usaha juga ikut mengambil bagian. Pemilik warung, pengelola homestay, operator boat wisata, hingga penyedia jasa snorkeling umumnya membersihkan area di sekitar tempat usaha mereka sebelum membuka layanan. Bagi mereka, pantai yang bersih bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan kepada pengunjung.

Kesadaran menjaga kebersihan juga tumbuh di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang secara sukarela memungut sampah saat beraktivitas di pantai. Di waktu-waktu tertentu, berbagai komunitas, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga instansi pemerintah menggelar aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Sampah yang terbawa arus laut dari luar kawasan, terutama saat musim angin tertentu, masih menjadi persoalan yang harus dihadapi. Dalam kondisi seperti itu, volume sampah yang terdampar di pantai dapat meningkat sehingga membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak untuk membersihkannya.

Para pelaku wisata mengakui, kebersihan pantai menjadi salah satu faktor yang menentukan kepuasan wisatawan. Pantai yang bersih memberikan kesan positif dan meningkatkan peluang wisatawan untuk kembali berkunjung. Sebaliknya, sampah yang berserakan dapat mengurangi kenyamanan sekaligus merusak citra destinasi wisata.

Karena itu, menjaga kebersihan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Wisatawan juga memiliki peran yang sama penting. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa kembali sampah saat tempat sampah penuh dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian kawasan pesisir.

Di sisi lain, kebersihan pantai juga berkaitan langsung dengan kesehatan ekosistem laut. Sampah plastik yang masuk ke laut dapat membahayakan penyu, ikan, dan berbagai biota lainnya. Dalam jangka panjang, pencemaran tersebut juga berpotensi merusak terumbu karang yang menjadi daya tarik utama wisata bahari Sabang.

Banyak orang datang ke Sabang untuk menikmati laut yang jernih dan pantai yang indah. Namun, hanya sedikit yang menyadari bahwa keindahan itu lahir dari kerja keras yang dilakukan setiap hari oleh banyak tangan, sering kali tanpa sorotan.

Saat wisatawan melangkah di atas pasir yang bersih atau menikmati panorama laut tanpa sampah, sesungguhnya mereka sedang menikmati hasil dari kepedulian masyarakat yang terus menjaga wajah pesisir Pulau Weh. Kebersihan pantai bukanlah pekerjaan satu orang, melainkan tanggung jawab bersama agar pesona Sabang tetap terjaga untuk hari ini dan masa depan.[DIKK]

0 Komentar