![]() |
| Foto | Screenshot medsos SMA Negeri 2 Sabang setelah mendapat program revitalisasi sebagai bagian dari upaya pembenahan sarana pendidikan di wilayah kepulauan.(Dok.AGN) |
Sabang.AGN — Wajah baru sejumlah sekolah di Kota Sabang mendapat sorotan hingga tingkat nasional. Program revitalisasi satuan pendidikan di wilayah kepulauan tersebut ditampilkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Dua sekolah dari Sabang yang muncul dalam materi presentasi tersebut yakni TK Negeri 12 dan SMA Negeri 2 Sabang. Dokumentasi kondisi sebelum dan setelah revitalisasi ditampilkan untuk menggambarkan perubahan sarana pendidikan setelah mendapat pembenahan.
Bagi Kota Sabang, tampilnya dua satuan pendidikan tersebut dalam forum kenegaraan menjadi perhatian tersendiri. Pembangunan yang berlangsung di wilayah kepulauan dinilai menunjukkan bahwa kebutuhan sarana pendidikan di daerah turut menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang, Dr. Mohd Iqbal, menyambut positif hal tersebut. Ia menyebut masuknya sekolah di Sabang dalam materi yang disampaikan Presiden menjadi kebanggaan bagi masyarakat pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan revitalisasi di Provinsi Aceh, salah satunya di kepulauan, khususnya untuk tingkat TK dan SMA yang ada di Sabang, Provinsi Aceh, masuk dalam salah satu bahan presentasi atau bahan pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka pidato paripurna,” kata Mohd Iqbal.
Dalam tayangan tersebut, perubahan TK Negeri 12 Sabang terlihat melalui perbandingan kondisi sekolah sebelum dan sesudah mendapatkan revitalisasi. Sebelum dibenahi, lingkungan sekolah tampak belum tertata secara optimal. Setelah pekerjaan revitalisasi, area sekolah terlihat lebih rapi dengan halaman yang telah diperkeras serta fasilitas bangunan yang lebih layak.
Gambaran serupa ditampilkan dari SMA Negeri 2 Sabang. Kondisi bangunan sebelum revitalisasi dibandingkan dengan tampilan setelah dilakukan pembenahan, memperlihatkan lingkungan sekolah yang lebih tertata dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Menurut Mohd Iqbal, perbaikan fasilitas pendidikan memiliki arti penting bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Lingkungan sekolah yang lebih baik diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus mendukung proses pembelajaran.
Ia juga menilai pembangunan sarana pendidikan di daerah kepulauan memiliki nilai strategis dalam memperluas pemerataan layanan pendidikan. Keterbatasan geografis tidak semestinya menjadi penghalang bagi peserta didik untuk memperoleh fasilitas belajar yang layak.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita di Sabang karena sekolah yang ada di daerah kepulauan bisa menjadi bagian dari bahan yang disampaikan Presiden dalam forum kenegaraan,” ujarnya.
Namun, revitalisasi fisik sekolah menurutnya harus menjadi awal dari peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Pembenahan bangunan perlu diikuti dengan penguatan proses pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta dorongan terhadap prestasi siswa.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, sekolah-sekolah di Sabang diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Pada akhirnya, pembangunan sarana pendidikan tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Sabang.
Tampilnya TK Negeri 12 dan SMA Negeri 2 Sabang dalam materi presentasi Presiden pun menjadi gambaran bahwa pembangunan pendidikan di wilayah kepulauan dapat mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Bagi masyarakat pendidikan Sabang, momentum tersebut menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas sekolah, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari capaian pembelajaran dan prestasi peserta didik.[DIKK]

0 Komentar