
Foto | Kantor kementrian Agama kota Sabang.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Sekitar 60 calon jemaah haji asal Kota Sabang berpotensi menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 1448 Hijriah. Penundaan tersebut berkaitan dengan hasil pemeriksaan kesehatan yang menjadi salah satu dasar penentuan kelayakan jemaah untuk mengikuti tahapan keberangkatan.
Kepala Kementerian Haji Sabang, Ustadz H. Ghazali, mengatakan jumlah tersebut masih berupa perkiraan sementara karena pihaknya belum menerima seluruh hasil pemeriksaan kesehatan calon jemaah dari Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, calon jemaah yang telah masuk dalam daftar keberangkatan saat ini sudah mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk medical check-up (MCU). Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan status istitha'ah masing-masing jemaah.
“Bukan dibatalkan, tetapi mengajukan penundaan, sekitar 60-an. Angka ini masih memungkinkan bertambah,” kata Ghazali, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, calon jemaah harus melewati sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan untuk melanjutkan proses penyelenggaraan ibadah haji. Pemeriksaan awal dilakukan di puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh melalui MCU di rumah sakit.
Status istitha'ah menjadi salah satu bagian penting dalam proses keberangkatan. Jemaah yang dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan dapat melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk proses pelunasan biaya haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara bagi calon jemaah yang belum memenuhi persyaratan kesehatan, masih terdapat kesempatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan sebelum musim keberangkatan. Karena itu, penundaan tidak serta-merta berarti calon jemaah tersebut kehilangan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.
Ghazali memperkirakan jumlah calon jemaah yang kemungkinan menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya. Jika masih terdapat calon jemaah yang belum memenuhi persyaratan kesehatan setelah seluruh hasil pemeriksaan diterima, jumlahnya diperkirakan dapat mencapai sekitar 70 orang.
“Kita masih menunggu hasilnya. Jadi angka sekitar 60 orang itu masih bisa berubah, termasuk kemungkinan bertambah,” ujarnya.
Ia mengingatkan calon jemaah untuk memanfaatkan masa persiapan dengan menjaga kondisi kesehatan. Bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan, waktu sebelum keberangkatan dapat digunakan untuk menjalani pengobatan maupun memperbaiki kondisi fisik agar lebih siap menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kalau ada sedikit masalah kesehatan, kalau bisa memang diperbaiki. Kita masih punya waktu supaya kondisi mereka betul-betul bisa berangkat,” kata Ghazali.
Menurutnya, sejumlah kondisi kesehatan tertentu dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan status istitha'ah. Karena itu, calon jemaah diminta tidak mengabaikan pemeriksaan serta mengikuti seluruh tahapan kesehatan yang telah ditetapkan.
Kementerian Haji Sabang juga mengimbau calon jemaah yang memiliki persoalan kesehatan untuk terus berkoordinasi dengan petugas. Dengan persiapan kesehatan yang lebih baik, jemaah diharapkan dapat memenuhi persyaratan sekaligus menjalankan ibadah haji dalam kondisi fisik yang memadai.
Ghazali menegaskan, keputusan terkait keberangkatan maupun penundaan nantinya akan mengacu pada hasil pemeriksaan dan ketentuan kesehatan yang berlaku. Pihaknya masih menunggu data lengkap sebelum memastikan jumlah calon jemaah yang benar-benar mengajukan penundaan keberangkatan.[DIKK]
0 Komentar