
Foto | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang,Andri
Nourman AP. M.Si.(dok.Humas Pemko Sabang)
Sabang.AGN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang, Andri Nourman, mengajak masyarakat menjadikan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan terus merawat nilai-nilai perdamaian yang telah diperjuangkan bersama.
Pesan tersebut disampaikan Andri usai mengukuhkan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Babussalam periode 2026-2031, Jumat (14/8/2026).
Menurut Andri, perjalanan perdamaian Aceh merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang perlu terus diingat dan dipahami oleh generasi penerus. Meski masyarakat Kota Sabang tidak merasakan langsung konflik dengan intensitas seperti sejumlah daerah lainnya di Aceh, perdamaian tetap memiliki makna besar bagi seluruh masyarakat Aceh.
“Secara langsung masa konflik Kota Sabang tidak begitu terasa seperti kondisi yang dialami masyarakat kita di wilayah kabupaten dan kota lain di Aceh. Namun masyarakat di luar Aceh ketika itu melihat Aceh secara keseluruhan sebagai daerah yang sedang berkecamuk,” ujar Andri.
Ia mengatakan kondisi Sabang yang relatif aman selama masa konflik tidak dapat dipisahkan dari situasi Aceh secara keseluruhan. Karena itu, berakhirnya konflik melalui kesepakatan damai menjadi tonggak penting yang membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Aceh.
Andri menegaskan, perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun tidak semestinya hanya dipandang sebagai catatan sejarah. Menurutnya, perdamaian merupakan hasil dari proses panjang yang lahir dari kesediaan berbagai pihak untuk mengakhiri konflik dan membangun masa depan Aceh yang lebih baik.
“Dengan peringatan ini, mudah-mudahan kita bersama-sama mengingat dan saling mengingatkan bahwa pernah terjadi sebuah peristiwa besar di negeri ini. Dengan segala keikhlasan yang dilakukan, perdamaian itu akhirnya lahir dan saat ini sudah 21 tahun,” katanya.
Menurutnya, peringatan perdamaian Aceh juga menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga keamanan, persatuan dan kebersamaan.
Pengalaman konflik masa lalu, kata Andri, harus dijadikan pembelajaran agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam perpecahan. Perdamaian yang telah dinikmati selama lebih dari dua dekade perlu dijaga dengan membangun sikap saling menghargai dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Ia berharap perdamaian Aceh dapat terus menjadi modal penting dalam melanjutkan pembangunan daerah. Pemerintah bersama masyarakat dinilai memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan suasana damai tetap terpelihara.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin Habib Ardi. Doa bersama menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar perdamaian Aceh senantiasa terjaga dan masyarakat diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Andri kembali mengajak masyarakat mensyukuri kondisi damai yang telah dirasakan saat ini dengan menjaga hubungan baik antarsesama.
“Setelah kita berikhtiar bersama, mari kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Mudah-mudahan perdamaian ini terus terjaga dan memberikan keberkahan bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.[DIKK]
0 Komentar