SBA Pastikan Harga Semen dari Pabrik Tetap, Produksi Digenjot Penuhi Kebutuhan Aceh

 

Foto | General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, saat menerima kunjungan Anggota Komite II DPD RI, Azhari Cage, di Pabrik SBA Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (8/8/2026).(ist)

Aceh Besar.AGN – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) memastikan harga semen yang diproduksi dan dikeluarkan dari pabrik di Lhoknga, Aceh Besar, tidak mengalami kenaikan untuk pasar Aceh. 

Kebijakan tersebut tetap dipertahankan perusahaan meskipun ongkos produksi dan operasional industri semen mengalami peningkatan.

Kenaikan biaya operasional tersebut antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya harga energi, khususnya batu bara dan solar yang menjadi bagian penting dalam proses produksi maupun distribusi semen. Selain itu, perusahaan juga menghadapi kenaikan harga sejumlah komponen dan suku cadang yang masih harus didatangkan dari luar negeri.

General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan kondisi tersebut memang memberikan tekanan terhadap biaya operasional perusahaan. Namun, SBA memilih tidak meneruskan peningkatan biaya tersebut menjadi kenaikan harga semen yang dikeluarkan dari pabrik untuk konsumen di Aceh.

“Untuk Aceh harganya tetap yang kita keluarkan dari pabrik, tidak ada perubahan,” ujar Adi saat menerima kunjungan Anggota Komite II DPD RI, Azhari Cage, di Pabrik SBA Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Adi, keputusan mempertahankan harga tersebut merupakan kebijakan perusahaan untuk membantu menjaga ketersediaan material bangunan di Aceh, terlebih saat kebutuhan semen meningkat seiring berlangsungnya berbagai kegiatan pemulihan dan pembangunan pascabencana.

Kendati demikian, SBA mengingatkan bahwa harga semen yang diterima masyarakat di tingkat pasar tidak sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan. Setelah produk meninggalkan pabrik, mekanisme penyaluran dan harga di lapangan melibatkan distributor.

Untuk itu, perusahaan telah melakukan komunikasi dengan sejumlah distributor besar di Aceh. Distributor diminta menjaga harga tetap wajar sekaligus memperluas penyaluran agar semen tidak hanya terkonsentrasi pada proyek atau konsumen tertentu.

“Kita sudah berkomunikasi dengan distributor-distributor besar di Aceh agar penyaluran tidak hanya terfokus pada satu proyek atau konsumen, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat secara merata,” kata Adi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan semen dan munculnya keluhan mengenai keterbatasan pasokan di sejumlah daerah, SBA memastikan aktivitas produksi di Lhoknga terus berlangsung. Perusahaan bahkan menambah waktu operasional pada bagian packing plant untuk memperbesar volume semen yang dapat disiapkan dan dikirim ke pasar.

Adi menyebut kemampuan produksi perusahaan saat ini telah berada pada tingkat maksimal sesuai kapasitas mesin yang tersedia. Dengan kapasitas sekitar 1,8 juta ton per tahun atau rata-rata 5.400 ton per hari, SBA terus berupaya memanfaatkan kemampuan produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kalau dibandingkan dengan kapasitas semen, kita sudah bisa berproduksi di kapasitas maksimal yang bisa kita bikin dari mesin yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas produksi dan pemasaran semen pada 2026 juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat periode tertentu ketika operasional produksi sempat dihentikan akibat kondisi pasar, tahun ini kegiatan pabrik berjalan secara berkelanjutan, terutama setelah bencana melanda sejumlah wilayah Aceh.

Peningkatan kebutuhan tersebut turut dipengaruhi kembali bergeraknya berbagai sektor pembangunan. Proyek pemerintah, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta pembangunan yang dilakukan masyarakat menjadi faktor yang mendorong permintaan semen.

SBA, kata Adi, akan terus mengoptimalkan produksi sekaligus melakukan pengaturan distribusi agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan. Perusahaan juga berharap seluruh pihak dalam rantai distribusi menjalankan perannya secara proporsional.

Ia menekankan pentingnya distribusi yang merata sehingga peningkatan kebutuhan semen di satu wilayah tidak menyebabkan daerah lain mengalami kekurangan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan berbagai proyek pembangunan di Aceh dapat tetap berjalan tanpa terganggu persoalan pasokan.[]

0 Komentar