Rumah Amal USK Salurkan Beasiswa Rp567 Juta untuk Ratusan Mahasiswa

 

Foto | Rumah Amal Masjid Jamik USK menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada mahasiswa penerima beasiswa di Auditorium TDMRC USK, Rabu (19/8/2026).(dok.Humas USK)

Banda Aceh.AGN – Sebanyak ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat dukungan biaya pendidikan melalui program beasiswa Rumah Amal Masjid Jamik USK. Total dana yang disalurkan mencapai Rp567.137.000 dan diberikan melalui tiga skema bantuan untuk membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Auditorium TDMRC USK, Rabu (19/8/2026). Tiga program yang mendapatkan alokasi dana yakni Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (BPRA-UKT) Semester Ganjil 2026/2027, Beasiswa Orang Tua Asuh dan Program Peduli Sigra.

Selain penyerahan beasiswa secara simbolis, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan peluncuran film pendek berjudul ASA. Film tersebut menggambarkan peran Rumah Amal USK dalam menjadi penghubung antara kepedulian para donatur dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan agar dapat tetap melanjutkan pendidikan tinggi.

Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt., mengatakan proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui tahapan seleksi. Langkah tersebut dilakukan agar dana yang dihimpun dari para muzakki dapat diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

“Melalui proses seleksi ketat, kami memastikan seluruh penerima manfaat adalah orang-orang yang tepat,” kata Tedy.

Ia menjelaskan, alokasi terbesar diberikan melalui program BPRA-UKT semester ganjil. Sebanyak 226 mahasiswa menerima bantuan dengan total nilai Rp399.581.000 dari 539 mahasiswa yang mengajukan permohonan.

Sementara itu, program Beasiswa Orang Tua Asuh memberikan dukungan sebesar Rp100.400.000 kepada 17 mahasiswa. Adapun Program Peduli Sigra menyalurkan Rp67.156.000 untuk 34 penerima manfaat.

Menurut Tedy, keberadaan Rumah Amal USK tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Lembaga tersebut juga mengembangkan sejumlah program sosial untuk membantu mahasiswa menghadapi kebutuhan sehari-hari yang muncul selama menjalani aktivitas perkuliahan.

Salah satunya berupa penyediaan kupon makan gratis bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi secara mendadak. Rumah Amal USK juga menjalankan program Pinjam Tanpa Syarat yang tidak membutuhkan agunan, dengan mekanisme yang berlandaskan kepercayaan serta tanggung jawab penerima.

Tedy mengatakan peluncuran film ASA membawa pesan yang sama dengan berbagai program tersebut, yakni menggambarkan komitmen Rumah Amal dalam membuka jalan bagi mahasiswa agar tetap dapat mengejar cita-cita melalui pendidikan.

“Peluncuran film ASA ini mengusung semangat yang sama, menunjukkan bahwa Rumah Amal hadir memfasilitasi mahasiswa meraih cita-citanya. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para muzakki. Tanpa kepercayaan para muzakki, banyak aksi sosial dan bantuan pendidikan ini yang tidak bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menilai Rumah Amal memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar kegiatan sosial dan kemanusiaan di lingkungan kampus. Dukungan yang diberikan diharapkan mampu membantu mahasiswa mengurangi beban finansial selama menempuh pendidikan.

“Hari ini adalah momen yang sangat penting bagi para penerima beasiswa. Masih banyak mahasiswa yang membutuhkan uluran tangan, dan kami berharap beasiswa ini memberi dampak langsung meringankan beban ekonomi, sekaligus berkorelasi positif dengan peningkatan prestasi akademik adik-adik penerima,” ujar Mirza.

Ia berpesan kepada mahasiswa penerima bantuan agar menjadikan beasiswa tersebut sebagai tambahan semangat untuk menyelesaikan pendidikan sesuai target. Bantuan yang diterima diharapkan tidak hanya meringankan biaya kuliah, tetapi juga mendorong penerima untuk meningkatkan prestasi.

Mirza juga mengajak mahasiswa penerima beasiswa membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, semangat berbagi yang diterima melalui program Rumah Amal dapat diteruskan dalam bentuk kepedulian dan empati kepada sesama mahasiswa maupun masyarakat setelah mereka memiliki kesempatan untuk berkontribusi.

Penyaluran beasiswa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola Rumah Amal dan para muzakki dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Melalui dukungan tersebut, mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi diharapkan tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik.[CSA]

0 Komentar