Pemerintah Aceh Apresiasi Komitmen SBI Prioritaskan Pasokan Semen, Distribusi 24 Jam Disiapkan

Foto | Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun menerima kunjungan Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) Edi Sarwono di Kantor Gubernur Aceh, membahas percepatan pasokan dan stabilisasi harga semen di Aceh.

Banda Aceh.AGN – Pemerintah Aceh menyambut positif langkah cepat PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) bersama anak usahanya, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), dalam merespons persoalan kelangkaan semen yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Aceh. 

Komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi dan memperkuat distribusi dinilai menjadi langkah strategis guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menstabilkan harga semen.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (5/8/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Irza, serta jajaran manajemen PT SBA.

Menurut Nurlis, agenda utama pertemuan membahas langkah konkret untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan semen di Aceh sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan, terutama untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi yang sebelumnya digelar Pemerintah Aceh bersama manajemen PT SBA pada 3 Agustus 2026. Dalam rapat itu, pemerintah meminta perusahaan segera menghadirkan solusi agar distribusi semen kembali lancar dan tidak menghambat aktivitas pembangunan.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyampaikan kenaikan harga semen telah memberi dampak langsung terhadap kegiatan konstruksi masyarakat maupun proyek pemulihan pascabencana. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diatasi mengingat Aceh merupakan daerah yang memiliki sumber bahan baku sekaligus industri semen.

"Pemerintah Aceh berharap langkah percepatan dapat segera dilakukan agar pasokan kembali normal dan harga semen di pasaran menjadi lebih stabil," ujar Nasir.

Ia mengungkapkan, kapasitas produksi pabrik semen milik SBI mencapai sekitar 5.400 ton per hari atau setara 135 ribu sak. Dengan kebutuhan semen di Aceh yang diperkirakan sekitar 4.200 ton atau 105 ribu sak per hari, pemerintah menilai kapasitas tersebut pada dasarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan daerah apabila didukung sistem distribusi yang optimal.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi SBI Edi Sarwono memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Salah satunya dengan mengoptimalkan operasional lima terminal pengantongan semen yang berada di Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, serta Belawan.

Seluruh terminal tersebut akan dioperasikan selama 24 jam melalui penerapan tiga shift kerja sehingga kapasitas distribusi dapat ditingkatkan. Selain itu, SBI juga akan melakukan evaluasi harian terhadap proses produksi dan distribusi hingga kondisi pasokan kembali normal.

Edi menegaskan kebutuhan masyarakat Aceh menjadi prioritas utama perusahaan. SBI juga memastikan akan menambah pengiriman semen secara bertahap sepanjang Agustus 2026, termasuk memaksimalkan distribusi dari luar Aceh apabila diperlukan untuk menjaga ketersediaan stok di pasaran.

"Peningkatan produksi dan distribusi akan difokuskan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan Aceh sebelum dialokasikan ke daerah lain," katanya.

Pemerintah Aceh dan SBI pun sepakat memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan semen sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus mendukung kelancaran pembangunan di berbagai wilayah Aceh.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan manajemen pusat SBI. Pemerintah berharap seluruh langkah yang telah disepakati dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh pasokan semen dengan harga yang lebih stabil dalam waktu dekat.[]

0 Komentar