Pasar Murah HUT RI dan Maulid Digelar di Banda Aceh, Warga Tebus Paket Sembako Rp209 Ribu

 

Foto | Warga membeli paket kebutuhan pokok bersubsidi dalam kegiatan pasar murah yang digelar Pemko Banda Aceh dalam rangka HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW.(dok.Humas Pemko Banda Aceh)

Banda Aceh.AGN – Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan. Kegiatan tersebut digelar di Halaman Parkir Taman Sri Ratu Safiatuddin, Selasa (18/8/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pasar murah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika daya beli masih menghadapi berbagai tantangan.

Selain memberikan akses pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu menjaga kestabilan harga komoditas kebutuhan pokok. Pemerintah daerah menilai intervensi melalui pasar murah dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan tekanan inflasi di tingkat konsumen.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan paket bahan pangan yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam. Keempat komoditas tersebut disatukan dalam satu paket yang telah memperoleh subsidi dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Setiap paket berisi beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam. Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp80.000 per paket sehingga masyarakat cukup membayar Rp209.000 untuk mendapatkan seluruh komoditas tersebut,” kata Illiza.

Adapun nilai komoditas sebelum subsidi terdiri atas beras senilai Rp113.000, gula pasir Rp16.000, minyak goreng Rp39.000 serta telur ayam Rp41.000. Dengan subsidi pemerintah sebesar Rp80.000, masyarakat memperoleh paket tersebut dengan harga tebus Rp209.000.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan pengeluaran masyarakat. Terlebih, sejumlah kebutuhan pokok merupakan komoditas yang secara rutin harus dibeli rumah tangga sehingga perubahan harga dapat langsung memengaruhi pengeluaran warga.

Illiza mengatakan Pemko Banda Aceh tidak menjadikan pasar murah sebagai kegiatan sesaat. Pemerintah berencana melaksanakan kegiatan serupa secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi harga dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan program penting untuk menjaga keterjangkauan bahan pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran sebagai bahan dalam menentukan langkah yang diperlukan.

Pasar murah yang digelar dalam rangka HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banda Aceh. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar tetap dapat diperoleh dengan harga yang lebih bersahabat sekaligus membantu menjaga stabilitas perekonomian daerah.[CSA]

0 Komentar