Padi Gogo di Sabang Dikembangkan Bertahap hingga 40 Hektare

 

Foto | Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Widya menjelaskan rencana pengembangan padi gogo seluas sekitar 40 hektare pada 2026 kepada Wali Kota Sabang.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Pengembangan padi gogo di Kota Sabang tahun 2026 mulai dilakukan secara bertahap. Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, menjadi lokasi perdana penanaman komoditas pangan tersebut sebelum diperluas ke sejumlah wilayah lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Widya mengatakan, setelah penanaman perdana di Cot Mancang, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke beberapa lokasi yang telah dipersiapkan.

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran berikutnya meliputi Jaboi, Batee Shoek, Paya, dan Balohan. Penanaman dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan lokasi serta petani yang masuk dalam program pengembangan padi gogo.

Widya menyebutkan, pada tahun ini pihaknya mengusulkan pengembangan padi gogo dengan luas sekitar 40 hektare. Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue.

“Untuk tahun ini, usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) kita sekitar 40 hektare, yang akan dikembangkan di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmue,” ujar Widya.

Untuk memastikan budidaya berjalan dengan baik, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang akan memberikan pendampingan kepada para petani. Pembinaan dilakukan melalui tenaga penyuluh pertanian yang berada di masing-masing wilayah pengembangan.

Selain pendampingan teknis, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana produksi pertanian. Bantuan tersebut antara lain berupa pupuk serta obat-obatan yang dibutuhkan selama proses budidaya tanaman padi gogo.

Widya menjelaskan, dukungan obat-obatan yang diberikan mencakup insektisida, fungisida, dan herbisida. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus mengantisipasi berbagai gangguan yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.

Sementara itu, kebutuhan benih padi gogo dalam program tersebut mendapat dukungan melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong perluasan penanaman padi gogo di Kota Sabang.

Secara keseluruhan, rangkaian penanaman padi gogo tahun ini ditargetkan berlangsung mulai Agustus hingga Oktober 2026. Pengembangan secara bertahap di sejumlah wilayah diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung produksi pangan di Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar