Ornamen Angka Nol Tugu KM 0 Sabang Dibongkar, Wisatawan Diminta Tak Dekati Area

Foto | Wisatawan berada di kawasan Tugu KM 0 Sabang dengan tetap memperhatikan batas pengamanan selama proses pembongkaran ornamen berlangsung.(dok.Humas Polsek Sukakarya Sabang)

Sabang.AGN – Wisatawan yang berkunjung ke Tugu Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul pemasangan garis polisi di sekitar kawasan tersebut, Selasa (25/8/2026).

Pemasangan pembatas dilakukan seiring proses pembongkaran ornamen besi berbentuk lingkaran angka nol yang menjadi bagian dari ikon Tugu KM 0. Pengamanan tersebut bertujuan mencegah pengunjung memasuki area yang sedang dikerjakan.

Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, S.H., menjelaskan pemasangan garis polisi tidak berkaitan dengan penanganan perkara pidana. Pembatas dipasang murni untuk menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan selama proses pembongkaran berlangsung.

Menurut Hairul, kondisi fisik ornamen tersebut sudah mengalami penurunan. Struktur besi disebut mulai bergoyang, sementara sejumlah bagian materialnya telah mengalami kerapuhan dan berpotensi terlepas.

“Besi lingkaran angka nol itu sedang dilakukan pembongkaran karena posisinya sudah bergoyang dan banyak serpihannya yang jatuh,” ujar Ipda Hairul Saleh Ritonga saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Tugu KM 0 merupakan salah satu lokasi wisata yang cukup ramai dikunjungi. Wisatawan yang datang biasanya menghabiskan waktu di sekitar tugu untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan kunjungan melalui foto maupun video.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan, kepolisian membatasi pergerakan pengunjung di sekitar lokasi pekerjaan. Garis polisi dipasang sebagai penanda batas aman yang tidak boleh dilewati selama ornamen tersebut dibongkar.

“Demi keamanan masyarakat dan wisatawan, area tersebut kami beri garis polisi,” katanya.

Kepolisian juga mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati ornamen hanya untuk mendapatkan sudut foto tertentu. Aktivitas swafoto dan dokumentasi sebaiknya dilakukan dari area yang telah ditentukan petugas.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat Tugu KM 0 memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Berfoto di sekitar tugu menjadi salah satu kegiatan yang hampir selalu dilakukan pengunjung sebagai bagian dari pengalaman berada di titik paling barat Indonesia.

“Untuk sementara kami mengimbau masyarakat dan wisatawan lebih berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Hairul.

Ia menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas selama proses pembongkaran berlangsung. Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan garis pembatas yang telah dipasang, meskipun kawasan tersebut tetap dapat dikunjungi.

Ornamen lingkaran angka nol sendiri merupakan salah satu elemen visual yang melekat pada Tugu KM 0 Sabang. Dengan kondisi material yang mulai rapuh, pembongkaran dilakukan sebagai langkah untuk menghindari risiko bagi pengunjung maupun orang yang berada di sekitar lokasi.

Bagi wisatawan, Tugu KM 0 tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis. Lokasi tersebut juga menjadi simbol perjalanan menuju titik paling barat Indonesia dan salah satu destinasi yang kerap masuk dalam daftar kunjungan wisatawan ketika berada di Pulau Weh.

Karena itu, selama proses pembongkaran berlangsung, wisatawan diharapkan tetap menikmati kawasan tersebut dengan memperhatikan batas keselamatan. Pengunjung diminta bersabar dan mengikuti petunjuk petugas hingga seluruh pekerjaan selesai dan area dinyatakan aman.

Pengamanan sementara ini diharapkan dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan, terutama akibat material ornamen yang berpotensi jatuh. Kepolisian memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian selama aktivitas pembongkaran dilakukan.[DIKK]

0 Komentar