
Foto | Ilustrasi Penyaluran makanan bergizi kepada pelajar menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG di Kota Sabang.(dok.Kreasi AI AGN)
Sabang.AGN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sabang terus mengalami perluasan. Hingga saat ini, sebanyak 10.404 orang tercatat telah mendapatkan manfaat program tersebut melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Program pemenuhan gizi itu mulai dijalankan di Kota Sabang sejak Februari 2025. Seiring berjalan waktu, jumlah dapur pelayanan bertambah dan cakupan penerima pun semakin luas, mulai dari anak usia dini hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan asupan gizi.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Sabang, Yuni Karnisa, mengatakan sasaran MBG tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Program tersebut juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui serta balita yang masuk dalam kelompok penerima manfaat, Senin (31/8/2026).
“Di setiap SPPG, pelayanan diberikan kepada anak sekolah mulai TK, PAUD sampai SMA. Selain itu, ada kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ujar Yuni.
Tiga SPPG yang kini melayani masyarakat Sabang mulai beroperasi secara bertahap. SPPG Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, menjadi dapur pertama yang menjalankan pelayanan pada Februari 2025.
Kemudian pada Maret 2025, pelayanan diperluas dengan beroperasinya SPPG Sukajaya Ie Meulee. Perkembangan berikutnya terjadi pada Oktober 2025 setelah SPPG Sukajaya Cot Abeuk mulai melayani penerima manfaat.
Berdasarkan data saat ini, SPPG Kuta Barat di Kecamatan Sukakarya melayani 3.359 penerima. Sementara SPPG Sukajaya Ie Meulee memiliki cakupan 3.545 penerima, sedangkan SPPG Sukajaya Cot Abeuk melayani sekitar 3.500 penerima.
Penerima manfaat tersebar pada berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Di luar kelompok pelajar, penyaluran makanan bergizi juga diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita sesuai sasaran program.
Meski telah mencakup lebih dari 10 ribu penerima, layanan MBG di Sabang belum sepenuhnya tersedia di seluruh kecamatan. Salah satu wilayah yang masih menantikan kehadiran dapur pelayanan adalah Kecamatan Sukamakmue.
Pengoperasian SPPG di wilayah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan sekaligus mendukung pemerataan program. Dengan adanya dapur baru, masyarakat yang selama ini belum masuk dalam cakupan pelayanan diharapkan dapat memperoleh akses MBG lebih dekat.
Pemerataan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan program MBG di Kota Sabang. Penambahan unit pelayanan di wilayah yang belum terjangkau diharapkan dapat membuat distribusi manfaat program semakin luas dan tidak terkonsentrasi pada kawasan tertentu.
Dengan tiga SPPG yang telah berjalan dan peluang penambahan layanan di kecamatan lainnya, program MBG di Kota Sabang diproyeksikan terus berkembang. Pemerintah dan pengelola layanan diharapkan dapat memastikan perluasan tersebut tetap diikuti kualitas makanan serta ketepatan sasaran penerima manfaat.[DIKK]
0 Komentar