Kutu Kasur Ternyata Lebih Tertarik pada Seprai Warna Gelap, Ini Penjelasannya

Foto | Kutu kasur merupakan serangga kecil pengisap darah yang umumnya aktif pada malam hari dan dapat bersembunyi di sekitar tempat tidur.(dok.Ilustrasi AI AGN)

Jakarta.AGN – Kutu kasur merupakan salah satu serangga yang kerap membuat penghuni rumah tidak nyaman. Ukurannya yang kecil dan kebiasaannya bersembunyi di tempat-tempat tersembunyi membuat keberadaannya sering baru disadari setelah muncul gigitan pada kulit.

Serangga ini dikenal mengisap darah manusia dan umumnya aktif ketika malam hari. Gigitan kutu kasur dapat menyebabkan rasa gatal, iritasi, bahkan luka pada kulit yang berisiko mengalami infeksi apabila terus digaruk.

Kutu kasur memiliki kemampuan menemukan manusia saat tidur dengan memanfaatkan sejumlah tanda, termasuk karbon dioksida dari pernapasan serta panas tubuh. Kondisi tersebut membuat tempat tidur menjadi salah satu lokasi yang disukai serangga tersebut.

Menjaga kebersihan kamar dan kasur menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya kutu kasur. Membersihkan permukaan kasur menggunakan penyedot debu secara rutin juga dapat membantu menghilangkan serangga maupun kotoran yang menjadi tempat persembunyiannya.

Penggantian kasur juga dapat dipertimbangkan apabila kondisi kasur sudah tidak layak atau sebelumnya merupakan barang bekas yang tidak diketahui riwayat penggunaannya. Kasur yang pernah terendam banjir juga perlu mendapat perhatian karena berpotensi membawa berbagai jenis serangga dan kotoran.

Namun, ada temuan menarik mengenai kebiasaan kutu kasur. Selain kondisi lingkungan, warna tertentu ternyata dapat memengaruhi arah pergerakan serangga tersebut.

Cenderung Mengarah ke Warna Merah dan Hitam

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology pada 2016 menemukan adanya kecenderungan kutu kasur mendekati warna tertentu.

Dalam eksperimen tersebut, kutu kasur ditempatkan dalam cawan petri yang menyediakan beberapa pilihan tempat berlindung dengan warna berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan serangga tersebut lebih sering bergerak menuju area berwarna merah dan hitam dibandingkan pilihan berwarna putih, kuning, maupun hijau.

Peneliti urban entomologi dari University of Florida, Roberto Pereira, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kemungkinan yang dapat menerangkan perilaku tersebut. Salah satunya berkaitan dengan perlindungan dari predator.

Menurut Pereira, warna gelap mungkin dianggap memberikan tempat persembunyian yang lebih aman bagi kutu kasur dari serangga atau hewan lain yang berpotensi memangsa mereka, seperti laba-laba dan semut.

Kecenderungan terhadap warna merah juga diduga berkaitan dengan penampilan tubuh kutu kasur sendiri. Serangga tersebut memiliki warna tubuh merah kecokelatan sehingga warna merah kemungkinan dianggap menyerupai keberadaan kutu kasur lainnya.

Meski demikian, Pereira mengingatkan bahwa warna seprai bukan penyebab utama serangga tersebut muncul. Faktor biologis yang jauh lebih menentukan tetap berkaitan dengan keberadaan manusia sebagai sumber makanan.

“Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN.

Ganti Seprai Saja Tidak Cukup

Temuan mengenai warna seprai tidak berarti mengganti seprai menjadi warna tertentu secara otomatis akan mengatasi masalah kutu kasur. Serangga tersebut tetap dapat mendatangi tempat tidur selama menemukan sumber panas tubuh, karbon dioksida, dan darah manusia.

Dengan kata lain, penggunaan seprai berwarna putih, kuning, atau hijau mungkin dapat mengurangi ketertarikan berdasarkan hasil penelitian tersebut, tetapi bukan merupakan metode utama untuk membasmi kutu kasur.

Penghuni rumah tetap perlu memperhatikan kondisi kebersihan kamar secara menyeluruh. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada permukaan kasur, tetapi juga pada bagian-bagian rumah yang memungkinkan serangga bersembunyi.

Kutu kasur dapat ditemukan di sejumlah lokasi lain, seperti sofa, kursi, karpet, serta bagian rumah yang memiliki celah sempit. Benda atau permukaan yang berbulu, berdebu, berbusa, maupun memiliki banyak celah juga dapat menjadi tempat persembunyian.

Karena itu, membersihkan rumah secara rutin dan memeriksa lokasi yang berpotensi menjadi sarang menjadi langkah penting. Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan kutu kasur, penanganan perlu dilakukan secara menyeluruh agar populasinya tidak terus berkembang.[RED]


dilansir dari laman : detik.com

0 Komentar