
Foto | Aipda Jonni Rahmad, Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, dikenal aktif membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.(dok.Sofyan untuk AGN)
Pidie Jaya.AGN – Bagi Aipda Jonni Rahmad, menjadi anggota Polri tidak semata-mata menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di luar rutinitas kedinasan, ia memilih mengabdikan diri dengan cara lain, yakni membantu warga yang sedang berada dalam kondisi sulit.
Polisi yang kini menjabat sebagai Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh itu berupaya menjadikan kepedulian sebagai bagian dari pengabdiannya. Ia meyakini kehadiran seorang anggota Polri akan lebih berarti ketika dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Prinsip tersebut telah ia jalankan melalui berbagai kegiatan sosial. Mulai dari membantu anak-anak terdampak banjir, memberikan perlengkapan untuk kebutuhan keagamaan, berbagi pakaian kepada anak yatim piatu, hingga membantu warga yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan pengobatan.
Salah satu bentuk kepedulian yang cukup menonjol adalah keputusannya menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga kurang mampu. Hingga kini, Jonni telah membangun empat rumah dan melakukan rehabilitasi terhadap tiga rumah warga.
Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya dipandang sebagai bangunan. Namun bagi keluarga penerima bantuan, rumah tersebut menjadi tempat berlindung sekaligus ruang untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Hal inilah yang membuat Jonni memilih menggunakan sebagian rezekinya untuk membantu mereka yang belum mampu memiliki hunian layak.
Jonni lahir pada 15 Maret 1986 dan mulai mengabdi sebagai anggota Polri setelah menyelesaikan pendidikan Diktukba Polri pada 2005. Sejak saat itu, perjalanan pengabdiannya terus berlanjut hingga dipercaya menjalankan tugas di Polsek Panteraja.
Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan pengembangan, termasuk penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015. Dedikasinya selama bertugas turut dibuktikan dengan sejumlah penghargaan yang diterimanya.
Ia memperoleh Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2013 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2021. Selain itu, sejumlah pimpinan di lingkungan Polri juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya, di antaranya Kapolres Pidie pada 2017, Kapolres Pidie Jaya pada 2020, serta Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh pada 2021.
Penghargaan lainnya diterima Jonni dari Kepala SPN Polda Aceh pada 2022. Namun, berbagai apresiasi tersebut tidak menjadi alasan utama baginya untuk terus bergerak membantu masyarakat.
Ia justru menganggap kebahagiaan terbesar datang ketika melihat warga yang dibantu dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Senyum anak-anak, keluarga yang kembali memiliki tempat tinggal yang layak, atau warga yang memperoleh kesempatan menjalani pengobatan menjadi kepuasan tersendiri baginya.
Kepedulian Jonni juga terlihat ketika banjir melanda sejumlah kawasan pada akhir 2025. Di tengah kondisi masyarakat yang terdampak, ia mendatangi anak-anak dengan membawa Iqra dan Al-Qur’an.
Bantuan tersebut bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan di tengah bencana. Jonni ingin anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar dan mengaji meskipun lingkungan tempat tinggal mereka sedang dilanda musibah.
Kepedulian serupa juga ia tunjukkan menjelang Idulfitri. Sebagian rezekinya digunakan untuk membelikan pakaian Lebaran bagi anak-anak yatim piatu. Ia juga pernah membantu seorang anak yang mengalami kebocoran jantung hingga mendapat penanganan medis di Jakarta.
Bagi Jonni, membantu orang lain tidak harus menunggu berada dalam kondisi berlebih. Menurutnya, sesuatu yang mungkin terlihat kecil bagi pemberi bantuan bisa menjadi sangat berarti bagi orang yang sedang menghadapi kesulitan.
“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama. Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jonni kepada media ini, Selasa (25/8/2026).
Alumni SMK Negeri 2 Sigli tersebut menilai kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas sebagai anggota Polri. Menjaga keamanan, menurutnya, bukan satu-satunya bentuk pengabdian yang dapat diberikan kepada warga.
Apa yang dilakukan Jonni memperlihatkan sisi lain dari tugas seorang polisi. Ketika seragam kedinasan tidak hanya menjadi simbol penegakan aturan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Empat rumah yang dibangun dan tiga rumah yang direhabilitasi menjadi bukti nyata dari pilihan tersebut. Tidak ada kemewahan yang ditonjolkan, hanya upaya sederhana untuk membuat keluarga yang membutuhkan dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Jonni pun memilih untuk tidak menjadikan aksi sosialnya sebagai panggung untuk mendapatkan perhatian. Ia lebih mengutamakan dampak yang dirasakan penerima bantuan daripada pengakuan atas apa yang telah dilakukannya.
Pada akhirnya, pengabdian yang ia jalankan menunjukkan bahwa tugas seorang polisi dapat memiliki makna yang jauh lebih luas. Selain menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman, kehadiran polisi juga dapat menjadi sumber harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.[ZAK]
0 Komentar