Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Sabang, Api Berkobar di Kawasan Tinjau Alam

 

Foto | Kobaran api di kawasan hutan lindung Tinjau Alam berhasil dipadamkan kurang dari satu jam, sehingga kebakaran tidak meluas ke area lainnya.(dok.Riandy)

Sabang.AGN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Sabang. Kobaran api kali ini muncul di kawasan hutan lindung Tinjau Alam, Gampong Aneuk Laot, pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Api membakar vegetasi serta semak belukar di kawasan tersebut dan sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya berada tidak jauh dari Bandara Maimun Saleh, Sabang.

Informasi mengenai kebakaran itu segera diterima petugas piket Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD-Damkar Kota Sabang. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan guna menjinakkan api. Petugas harus melakukan upaya pemadaman di area lereng, sementara kobaran api mulai merambat menuju bagian kawasan yang lebih tinggi.

Berkat respons cepat petugas, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area hutan lainnya. Proses pemadaman berlangsung kurang dari satu jam hingga seluruh titik api dapat diatasi.

Setelah memastikan kondisi di lokasi aman, dua armada pemadam kemudian kembali ke markas sekitar pukul 00.15 WIB. Jarak antara markas dan lokasi kejadian yang tidak terlalu jauh turut mendukung kecepatan personel dalam menangani kebakaran tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api maupun besaran kerugian akibat kejadian itu. Namun, kondisi lahan dan vegetasi yang mengering dalam beberapa hari terakhir diduga membuat kawasan tersebut lebih rentan terbakar.

Cuaca ekstrem yang melanda Sabang belakangan ini menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan. Vegetasi yang kering dapat dengan mudah terbakar dan menyebabkan api cepat merambat apabila tidak segera ditangani.

Peristiwa di kawasan Tinjau Alam ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan diperlukan terutama saat kondisi cuaca kering, untuk mencegah munculnya titik api yang dapat mengancam kawasan hutan maupun lingkungan sekitar.[DIKK]

0 Komentar