
Foto | Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mempromosikan jajanan khas daerah dalam Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, turut mempromosikan beragam jajanan khas daerah dalam Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026 yang digelar di kawasan Benteng Batere A.
Kehadiran kuliner tradisional dalam festival tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Sabang kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh.
Harry mengatakan, makanan dan jajanan khas daerah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu daya tarik pendukung sektor pariwisata. Selain menikmati panorama dan situs bersejarah, wisatawan juga dapat mengenal cita rasa lokal melalui berbagai makanan tradisional yang disajikan masyarakat.
Menurutnya, promosi kuliner lokal perlu dilakukan secara konsisten, terutama melalui kegiatan budaya dan pariwisata yang melibatkan langsung masyarakat gampong.
Festival Budaya Lokal Cot Ba’u menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan jajanan tradisional sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal dalam memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Harry menilai keberadaan makanan khas di lokasi wisata dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan. Konsep tersebut juga sejalan dengan rencana pengembangan Benteng Batere A sebagai destinasi yang menggabungkan sejarah, budaya, panorama alam dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap jajanan tradisional Sabang tidak hanya tampil ketika ada festival, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk kuliner yang tersedia secara rutin di kawasan wisata. Dengan demikian, wisatawan yang datang memiliki pilihan untuk menikmati makanan khas sembari melihat keindahan Teluk Sabang.
Pengembangan kuliner tersebut juga dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan kelompok perempuan yang selama ini bergerak di bidang pengolahan makanan tradisional.
Harry menambahkan, Dinas Pariwisata akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah gampong dan masyarakat untuk memperkuat promosi produk lokal. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberadaan jajanan tradisional sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
“Jajanan khas daerah bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang dapat kita kenalkan kepada wisatawan,” kata Harry.
Melalui festival budaya dan berbagai agenda pariwisata lainnya, Pemerintah Kota Sabang berharap kuliner lokal semakin dikenal luas serta menjadi salah satu unsur yang memperkuat daya tarik destinasi wisata di Kota Sabang.[DIKK]
0 Komentar