Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Tenggelam di Pantai Lhok Ketapang Belum Ditemukan

Foto | Personel SAR menyisir perairan menggunakan RIB dalam operasi pencarian hari ketiga korban tenggelam di Pantai Lhok Ketapang.(dok.Humas SAR Aceh untuk AGN) 

Aceh Besar.AGN – Operasi pencarian terhadap Juanda (19), pemuda yang dilaporkan tenggelam di Pantai Lhok Ketapang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, masih belum membuahkan hasil hingga hari ketiga, Selasa (25/8/2026).

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 07.30 WIB dengan memperluas area penyisiran di laut maupun di sepanjang garis pantai. Upaya tersebut dilakukan setelah korban dilaporkan hilang dan diduga terseret arus laut sejak Minggu (23/8/2026).

Juanda, warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, diketahui berada di Pantai Lhok Ketapang bersama tujuh orang rekannya. Mereka melakukan kegiatan berkemah dan menginap di kawasan pantai tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, korban bersama rekan-rekannya sedang bersiap membersihkan lokasi sebelum kembali pulang setelah menginap semalaman.

Dalam situasi tersebut, Juanda diduga terseret arus laut. Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menggunakan tali untuk menarik Juanda ke daratan, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh kemudian menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 12.28 WIB dari salah seorang teman korban. Setelah menerima informasi, operasi pencarian segera dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur.

Pada hari ketiga operasi, Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua kelompok pencarian. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan cakupan sekitar 2 nautical miles atau mil laut ke arah barat hingga barat laut dari titik terakhir korban diketahui berada.

Penyisiran laut kemudian dilanjutkan dari lokasi kejadian ke arah barat hingga perairan Lange. Pada siang hari, pencarian kembali diperluas dari perairan Pulau Nasi menuju arah perairan Pulau Bunta.

Sementara tim kedua melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang pesisir pantai dengan jangkauan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi terakhir korban. Tim juga memanfaatkan drone untuk melakukan pemantauan dari udara.

Seluruh rangkaian pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, hingga operasi hari ketiga berakhir, Juanda masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan kemudian menghentikan sementara operasi dan kembali ke Posko Ulee Lheue. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (26/8/2026) dengan memperluas kembali sektor penyisiran.

Dalam pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi cuaca. Angin kencang dan gelombang laut dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter turut memengaruhi proses pencarian di perairan.

Operasi SAR melibatkan Basarnas Banda Aceh, Polsek Peukan Bada, Koramil Peukan Bada, Pos TNI AL Lhoknga, RAPI, serta masyarakat. Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya kendaraan double cabin, RIB 04 Basarnas Aceh, peralatan pencarian perorangan, responder bag, dan drone.

Hingga Selasa sore, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan operasi pada hari berikutnya dengan harapan Juanda segera ditemukan.[CSA]

0 Komentar