Hampir Tiga Pekan Docking, KMP BRR Kembali Disiapkan untuk Lintasan Banda Aceh-Sabang

Foto | KMP BRR dijadwalkan kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menyelesaikan docking tahunan di Nias, Sumatera Utara.(dok.AGN)

Banda Aceh.AGN – KMP BRR dijadwalkan kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menyelesaikan perawatan berkala atau docking di Nias, Sumatera Utara. Kepulangan kapal tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi potensi peningkatan aktivitas penyeberangan pada akhir pekan dan menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan KMP BRR telah meninggalkan Nias pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal diperkirakan tiba di Pelabuhan Ulee Lheue pada Jumat (21/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapal tersebut sebelumnya menjalani docking selama hampir tiga pekan. Perawatan rutin itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi armada tetap laik sebelum kembali digunakan untuk melayani masyarakat pada lintasan Ulee Lheue-Balohan Sabang.

Meski telah tiba di Banda Aceh, KMP BRR belum otomatis dapat kembali mengangkut penumpang. Armada tersebut masih harus melewati pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

“Meski telah menyelesaikan docking, KMP BRR belum langsung beroperasi melayani penumpang. Kapal masih harus menjalani pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum atau SPM oleh Dinas Perhubungan,” ujar Andri saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, pemeriksaan SPM merupakan salah satu tahapan yang harus dipenuhi sebelum kapal memperoleh izin untuk kembali menjalankan pelayanan penyeberangan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan berbagai aspek pelayanan serta keselamatan kapal sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, kedatangan KMP BRR di Pelabuhan Ulee Lheue nantinya tidak serta-merta menandai dimulainya kembali pelayanan kapal tersebut. Pengoperasian masih bergantung pada hasil pemeriksaan dan pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Kembalinya armada tersebut mendapat perhatian khusus karena bertepatan dengan momentum yang diperkirakan meningkatkan mobilitas warga. Akhir pekan kali ini berdekatan dengan libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Selasa (25/8/2026).

Pergerakan masyarakat antara Banda Aceh dan Sabang diperkirakan meningkat pada periode tersebut. Selain kunjungan keluarga, Pulau Weh juga menjadi salah satu tujuan wisata yang berpotensi ramai didatangi wisatawan selama masa libur.

Lintasan Ulee Lheue-Balohan sendiri merupakan jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Banda Aceh dengan Pulau Weh. Jalur ini tidak hanya digunakan masyarakat untuk bepergian, tetapi juga menopang kegiatan perdagangan, distribusi kebutuhan, serta sektor pariwisata Sabang.

Data ASDP menunjukkan tingginya aktivitas pada lintasan tersebut. Sepanjang periode 1 hingga 15 Juni 2026, tercatat 94 perjalanan kapal dengan jumlah pengguna jasa mencapai 16.475 penumpang dan 9.347 kendaraan.

Karena itu, keberadaan tambahan armada menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kemungkinan peningkatan permintaan. KMP BRR diharapkan dapat memperkuat kesiapan pelayanan setelah seluruh proses pemeriksaan dan perizinan selesai.

Namun, pengguna jasa diminta tidak menjadikan kepulangan kapal sebagai kepastian bahwa BRR langsung beroperasi. Masyarakat yang hendak bepergian ke Sabang maupun Banda Aceh tetap perlu mengikuti informasi resmi terkait jadwal pelayaran kapal tersebut.

Docking merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang bertujuan memastikan kapal berada dalam kondisi aman dan laik berlayar. Setelah proses perawatan selesai, armada tetap harus melalui tahapan pemeriksaan sebelum kembali masuk ke pola pelayanan reguler.

Dengan selesainya docking KMP BRR di Nias, perhatian kini beralih pada proses pemeriksaan SPM di Banda Aceh. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu penentu kapan kapal dapat kembali melayani pengguna jasa pada lintasan Ulee Lheue-Balohan.

Kepulangan BRR di tengah momentum menjelang libur Maulid diharapkan dapat memperkuat kesiapan layanan penyeberangan. Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan Banda Aceh-Sabang, memastikan jadwal operasional terbaru sebelum berangkat ke pelabuhan menjadi langkah penting untuk menghindari kepadatan dan perubahan jadwal.[ZAK]

0 Komentar