![]() |
| Foto | Ilustrasi BMKG Ingatkan Kondisi Laut Sabang-Banda Aceh, Gelombang Capai 2,5 Meter.(dok.kreasi AI AGN) |
Sabang.AGN – Kondisi laut di jalur Sabang-Banda Aceh perlu menjadi perhatian masyarakat yang hendak melakukan perjalanan maupun aktivitas di perairan pada Senin (31/8/2026). Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang memperkirakan tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 meter, dengan kategori sedang.
Informasi tersebut merupakan prakiraan yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sabang di bawah Kepala Stasiun Meteorologi Maimun Saleh, Teguh Suprapto, S.T., M.P.
Selain kondisi gelombang, angin di perairan Sabang-Banda Aceh diprediksi bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan antara 10 hingga 25 knot. Kombinasi kondisi tersebut perlu dicermati oleh nelayan, operator perahu, pengguna jasa kapal cepat maupun masyarakat lainnya yang beraktivitas di laut.
Berdasarkan prakiraan untuk periode Senin, 31 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 1 September 2026 pukul 07.00 WIB, cuaca di Kota Sabang dan sekitarnya secara umum diprediksi cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 28 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan tingkat kelembapan berkisar 60 sampai 80 persen. Meski kondisi daratan relatif mendukung untuk aktivitas masyarakat, kondisi perairan tetap perlu diperhatikan karena gelombang diperkirakan cukup tinggi.
Dari data pasang surut, air laut diperkirakan berada pada kondisi surut sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB, dengan ketinggian sekitar 0,2 meter. Setelah itu, permukaan air laut diprediksi kembali naik dan mencapai pasang sekitar pukul 10.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1,7 meter.
Perubahan pasang surut kembali terjadi pada sore hingga malam hari. Air laut diperkirakan surut sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB dengan ketinggian sekitar 0,1 meter, kemudian kembali pasang pada sekitar pukul 23.00 hingga 24.00 WIB, dengan ketinggian mencapai 1,8 meter.
Masyarakat yang menggunakan transportasi laut disarankan mengecek informasi terbaru mengenai cuaca dan gelombang sebelum berangkat. Nelayan dan pengemudi perahu juga perlu menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kondisi perairan demi menjaga keselamatan.
Perhatian serupa perlu diberikan wisatawan yang berencana melakukan kegiatan bahari di kawasan Sabang. Aktivitas seperti berenang, snorkeling, menyelam dan penggunaan perahu wisata sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi laut serta mengikuti arahan petugas maupun pengelola objek wisata.
Prakiraan cuaca dan kondisi laut tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas selama berada di wilayah Sabang dan jalur perairan menuju Banda Aceh. Perubahan kondisi cuaca maupun gelombang juga perlu terus dipantau melalui informasi resmi BMKG.[DIKK]

0 Komentar