
Foto | Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aneuk Laot.(dok.AGN)
Sabang.AGN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus membangun hubungan kemitraan dengan insan pers sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai informasi mengenai pelayanan dan sistem kelistrikan dapat disampaikan secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami publik.
Komitmen itu disampaikan General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, dalam Forum Komunikasi dan Dialog Ketenagalistrikan yang berlangsung di Aula Mata Ie Resort, Kota Sabang, Kamis (20/8) malam. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Let's Show The Goodness” dan mempertemukan jajaran PLN dengan pimpinan organisasi serta pekerja media dari berbagai daerah di Aceh.
Eddi mengatakan, pers memiliki posisi penting dalam menjembatani komunikasi antara PLN dan masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra yang dapat membantu masyarakat memahami berbagai dinamika yang terjadi dalam sistem ketenagalistrikan.
“Keberadaan insan pers menjadi elemen penting bagi kami, terutama dalam menyajikan informasi yang aktual dan berimbang kepada masyarakat mengenai dinamika sistem kelistrikan di Aceh. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terbangun. Ini adalah bentuk nyata kontribusi pers sebagai mitra sejati,” ujar Eddi.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan listrik tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh PLN. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa, dibutuhkan agar informasi mengenai kebijakan, pelayanan pelanggan, maupun langkah-langkah menjaga keandalan pasokan dapat diterima masyarakat dengan cepat dan tepat.
Melalui komunikasi yang terbuka, PLN juga berharap insan pers dapat terus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif. Berbagai informasi dari lapangan dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk meningkatkan pelayanan serta merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih optimal.
Langkah membangun komunikasi yang lebih erat tersebut mendapat apresiasi dari kalangan wartawan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, yang hadir dalam kegiatan itu, menilai hubungan komunikasi antara PLN dan insan pers selama ini telah berjalan dengan baik.
“Saat ini, komunikasi antara PLN dengan wartawan sudah terjalin dengan baik,” tutur Nasir.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara manajemen PLN UID Aceh dengan pimpinan media dan organisasi profesi wartawan. Dari internal PLN, kegiatan diikuti jajaran Senior Manager dan Manajemen PLN UID Aceh serta Assistant Manager Keuangan dan Umum dari enam Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3).
Enam UP3 yang turut terlibat berasal dari Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan Subulussalam. Kehadiran jajaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi antara perusahaan dengan media di berbagai wilayah Aceh.
Sementara dari kalangan pers, kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWI Aceh, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, serta perwakilan sejumlah organisasi profesi lainnya, di antaranya IJTI, JMSI, AMSI, PJS, PFI, dan PSI. Sejumlah pimpinan redaksi serta jurnalis dari media cetak, televisi, dan media daring juga ikut ambil bagian.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Kamis pagi, ketika peserta bersama-sama bertolak dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pulau Weh. Selain mengikuti forum dialog, para peserta juga mendapatkan kesempatan melihat langsung infrastruktur kelistrikan yang menopang kebutuhan energi di Kota Sabang.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aneuk Laot berkapasitas 3 MW. Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan.
Kegiatan kemudian dirangkai dengan kunjungan ke sejumlah potensi wisata bahari Sabang. Melalui forum dan kunjungan lapangan itu, PLN UID Aceh berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin kuat, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam menyampaikan informasi ketenagalistrikan kepada masyarakat.[PIM]
0 Komentar