Empat Siswa SMAN 1 Sabang Tembus Top 8 Duta Muda BPJS Kesehatan 2026

Foto | Empat siswa kelas XI SMAN 1 Sabang, Thian Cyaesara Sakhi, Chika Athirah, Daffa Al-Fattah dan Al Amirah Khairani didampingi guru pembimbing, berhasil menembus Top 8 Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh Tahun 2026.(dok.Humas SMAN 1 Sabang)

Sabang.AGN — Kreativitas empat pelajar SMAN 1 Sabang berhasil membawa nama sekolah mereka menembus jajaran Top 8 Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh Tahun 2026. 

Prestasi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk ikut menyampaikan informasi tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak muda.

Empat siswa yang berhasil lolos dalam seleksi tingkat Provinsi Aceh itu yakni Thian Cyaesara Sakhi, Chika Athirah, Daffa Al-Fattah dan Al Amirah Khairani. Keempatnya merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Sabang.

Kepala SMAN 1 Sabang, Helmi, S.Pd.I., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa siswa dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing apabila diberikan ruang, bimbingan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Alhamdulillah, anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Setelah dibimbing guru, ternyata potensi itu bisa dikembangkan dan menghasilkan prestasi yang cukup baik,” ujar Helmi di Sabang, Jumat (14/8/2026).

Perjalanan keempat siswa tersebut menuju Top 8 diawali melalui kompetisi pembuatan video kreatif. Mereka mengangkat tema Program JKN sekaligus memperkenalkan berbagai layanan BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.

Konsep video dibuat dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Informasi mengenai layanan kesehatan dikemas dalam bentuk konten yang lebih komunikatif sehingga tidak terasa seperti penyampaian informasi formal.

Menariknya, seluruh proses produksi video dilakukan di Kota Sabang. Para siswa memanfaatkan sejumlah lokasi sebagai bagian dari visualisasi konten, di antaranya kawasan Bandara Maimun Saleh dan RSUD Sabang.

Helmi mengatakan peran guru dalam proses tersebut lebih banyak memberikan arahan teknis dan membantu siswa menyusun pesan agar informasi yang disampaikan mudah dipahami. Sementara ide dan kreativitas dalam pembuatan konten tetap berasal dari para siswa.

“Guru membimbing bagaimana pesan disampaikan, bagaimana video dipotong dan bagaimana informasi mengenai program JKN dikemas supaya menarik. Kreativitas tetap berasal dari anak-anak,” katanya.

Menurut Helmi, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak kalah penting dibandingkan hasil kompetisi. Siswa belajar menyusun gagasan, bekerja dalam tim, berkomunikasi dan mengubah informasi publik menjadi materi yang dapat diterima oleh masyarakat.

Kemampuan semacam itu dinilai semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan media digital. Pelajar saat ini tidak hanya berada pada posisi sebagai konsumen informasi, tetapi juga memiliki peluang menjadi penyampai informasi yang dapat menjangkau teman sebaya maupun masyarakat di sekitarnya.

Bagi SMAN 1 Sabang, capaian tersebut juga menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan siswa di luar bidang akademik. Sekolah melihat banyak potensi yang terkadang belum terlihat karena belum mendapatkan ruang untuk diuji dan dikembangkan.

“Yang kita kejar bukan hanya prestasinya tetapi bagaimana anak-anak berani ikut, mampu mengembangkan kreativitas dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ujar Helmi.

Melalui program Duta Muda BPJS Kesehatan, keempat siswa tersebut diharapkan dapat mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memperkenalkan Program JKN kepada lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya dituntut memahami program, tetapi juga mampu menerjemahkan informasi tersebut ke dalam bahasa yang mudah diterima generasi muda.

Keberhasilan empat siswa SMAN 1 Sabang menembus Top 8 sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi pelayanan publik. Dari Kota Sabang, para pelajar tersebut kini memiliki kesempatan lebih luas untuk membawa pesan tentang pentingnya kepesertaan JKN dan pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat.[DIKK]

0 Komentar