
Masyarakat menerima bantuan nasi bungkus yang dibagikan Dinas Sosial Aceh di kawasan RSUD dr. Zainoel Abidin sebagai bagian dari Program Jumat Berkah.
Banda Aceh.AGN – Kebijakan Work From Home (WFH) dinilai tidak mengurangi peran aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Justru di tengah pola kerja yang lebih fleksibel, ASN didorong untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui aksi nyata, salah satunya dengan berpartisipasi dalam Gerakan Jumat Berkah yang digagas Dinas Sosial Aceh.
Ajakan tersebut disampaikan Dinas Sosial Aceh bersamaan dengan pelaksanaan Program Jumat Berkah yang kini telah memasuki pekan keempat. Program sosial itu secara konsisten menyalurkan ribuan nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah lokasi di Kota Banda Aceh sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan uluran tangan.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, melalui Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, mengatakan kebijakan WFH seharusnya tidak hanya dipahami sebagai sistem kerja dari rumah. Menurutnya, waktu yang lebih fleksibel juga dapat dimanfaatkan ASN untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dengan hadir langsung membantu masyarakat.
"Semangat melayani masyarakat tetap bisa diwujudkan meskipun ASN menjalankan pola kerja yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Salah satu bentuknya adalah ikut berbagi melalui kegiatan Jumat Berkah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujar Michael, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tidak selalu membutuhkan anggaran besar maupun program yang rumit. Langkah sederhana seperti membagikan makanan siap saji kepada masyarakat yang membutuhkan sudah menjadi bentuk kepedulian yang memiliki dampak positif. Penerima manfaat pun beragam, mulai dari tukang becak, petugas kebersihan, anak jalanan, penghuni panti sosial, penghuni rumah singgah hingga keluarga pasien yang sedang mendampingi kerabatnya di rumah sakit.
Pada pelaksanaan Jumat Berkah pekan keempat, tim Dinas Sosial Aceh bersama relawan kembali menyalurkan nasi bungkus di sejumlah titik, di antaranya kawasan Masjid Raya Baiturrahman, depan Barata, serta lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Michael berharap gerakan berbagi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun satuan kerja perangkat Aceh (SKPA). Menurutnya, apabila setiap instansi mampu menyalurkan sekitar 50 bungkus nasi setiap Jumat, maka sedikitnya 2.700 bungkus makanan dapat diterima masyarakat setiap pekan.
Ia menilai, kolaborasi seluruh instansi pemerintah akan memberikan dampak sosial yang jauh lebih besar dibandingkan jika dilakukan secara sendiri-sendiri. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga diyakini mampu memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan rasa empati di lingkungan ASN.
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar membagikan makanan, tetapi menumbuhkan kepedulian bersama. Jika seluruh ASN bergerak, manfaatnya tentu akan semakin luas dan dapat dirasakan lebih banyak masyarakat," katanya.
Hingga saat ini, Program Jumat Berkah Dinas Sosial Aceh masih terus berlangsung dengan dukungan para ASN, relawan, serta donatur yang secara sukarela berpartisipasi. Dinas Sosial Aceh berharap semangat berbagi tersebut dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat solidaritas sosial di Aceh.[]
0 Komentar