
Foto | Desa Wisata Gampong Iboih, Kota Sabang, menjadi satu-satunya desa wisata asal Aceh yang terpilih dalam Showcase KKI 2026.(dok.Tarmizi untuk AGN)
Sabang.AGN – Desa Wisata Gampong Iboih, Kota Sabang, kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Destinasi wisata yang berada di kawasan Pulau Weh tersebut terpilih sebagai salah satu dari enam desa wisata yang mendapat kesempatan mengikuti Showcase Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Keikutsertaan Iboih menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh. Pasalnya, Gampong Iboih tercatat sebagai satu-satunya desa wisata asal Aceh yang berhasil lolos dalam proses kurasi untuk mengikuti agenda nasional tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Iboih, Tarmizi, mengatakan pencapaian tersebut diraih setelah Iboih melewati proses seleksi yang cukup ketat. Dari sekitar 2.600 desa wisata yang mengikuti proses kurasi, jumlahnya kemudian mengerucut menjadi 21 desa sebelum akhirnya ditetapkan enam desa wisata terpilih.
Menurut Tarmizi, proses penilaian dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Pariwisata dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Penilaian tidak hanya melihat keberadaan destinasi, tetapi juga bagaimana desa wisata mampu menyampaikan potensi serta gagasan pengembangannya.
Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan dalam proses kurasi meliputi sebaran geografis desa wisata, kualitas dan relevansi materi presentasi, serta kemampuan peserta ketika mengikuti sesi tanya jawab. Dari seluruh tahapan tersebut, Iboih akhirnya masuk dalam enam desa wisata yang difasilitasi untuk tampil pada Showcase KKI 2026.
Selain Iboih dari Aceh, lima desa wisata lainnya yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yakni Desa Wisata Tanjung Binga dari Kepulauan Bangka Belitung, Wukirsari dari DI Yogyakarta, Poncokusumo dari Jawa Timur, Taro dari Bali, serta Bilebante dari Nusa Tenggara Barat.
Tarmizi menilai kesempatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkenalkan potensi Gampong Iboih sekaligus membawa nama Kota Sabang dan Aceh ke panggung yang lebih luas. Keikutsertaan dalam ajang nasional juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi serta pengembangan desa wisata ke depan.
Proses kurasi yang dilakukan dalam KKI 2026 juga tidak serta-merta menutup peluang bagi desa wisata lainnya. Profil dan hasil kurasi seluruh peserta disebut telah terdokumentasi dalam database internal Bank Indonesia dan Kementerian Pariwisata untuk menjadi bahan pertimbangan dalam berbagai program maupun kerja sama pada masa mendatang.
Bagi Gampong Iboih, capaian tersebut menjadi tambahan motivasi untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan kekayaan alam, kehidupan masyarakat serta potensi wisata bahari yang dimiliki, Iboih diharapkan semakin mampu menunjukkan bahwa desa wisata di Aceh memiliki daya saing di tingkat nasional.[DIKK]
0 Komentar